Unduh Aplikasi

Hasil Panen Padi di Aceh Barat Meningkat Dua Kali Lipat

Hasil Panen Padi di Aceh Barat Meningkat Dua Kali Lipat
Haji Tito saat melakukan panen perdana masa tanam rendengan di Desa Gempa Raya, Kecamatan Woyla Induk.
ACEH BARAT - Bupati Aceh Barat, Teuku Alaidinsyah, mengatakan, jumlah hasil panen padi rendengan (tanam utama) tahun 2016 terjadi peningkatan yang signifikan atau meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu.

Menurut Haji Tito--sapaan Alaindinsyah, untuk tahun ini dari luas tanam 36 ribu hektar jumlah panen padi masyarakat mencapai 216 ribu ton. Ini membuktikan adanya peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 126 ribu ton.

"Tahun ini hasilnya lumayan banyak, jika tahun sebelumnya rata-rata sekitar 3,5 ton per hektar, tahun ini mencapai 6 ton per hektar dari target sebelumnya hanya 5,5 ton per hektarnya,” kata Haji Tito, Senin (28/3).

Menurut Alaidinsyah, musim tanam rendengan kali ini bisa melebihi 6 ton perhektar. Ini bisa dibuktikan dengan hasil panen masyarakat Gempa Raya yang mencapai 8,1 ton perhektar, dengan luas tanam 100 hektar.

Haji Tito menargetkan jika Kabupaten Aceh Barat akan mampu menjadi daerah lumbung padi nasional atau bisa menjawab target Pemerintah Pusat menjadi kabupaten yang mampu swasembada pangan.

Tingginya hasil panen masyarakat, menurutnya tidak lepas dari kesungguhan para petani dalam mengupayakan tanaman, sedangkan pemerintah selama ini hanya ikut berupaya mendorong para petani dengan pendidikan dan penyuluhan.

Dari besarnya hasil panen tersebut, jelasnya, membuat pemerintah tidak khawatir dengan penjualannya karena Badan Urusan Logistik (Bulog) tetap akan menampung gabah kering hasil panen milik petani dengan harga yang mendukung.

"Untuk penjualan itu tidak usah khawatir, karena harga dasar sudah ditetapkan bulog, apalagi harga sekarang juga bagus. Itu kalau tidak salah 1 gunca (140 kilo gram) dibeli Rp 900 ribu rupiah,” ungkapnya.

Komentar

Loading...