Unduh Aplikasi

Harmoni Dalam Pandemi

Harmoni Dalam Pandemi
Ilustrasi: wrytin.

SEJUMLAH aturan yang diterapkan selama pandemi covid-19 berdampak bagi semua lapisan masyarakat. Entah yang tua atau muda, anak-anak atau orang dewasa, laki-laku atau perempuan.

Selama ini yang kerap terdengar adalah keluhan yang disuarakan oleh perempuan. Dan memang, merekalah yang paling merasakan dampak dari pandemi ini. Kesulitan ekonomi membuat perempuan, terutama seorang ibu, harus pandai-pandai mengatur keuangan agar anak-anak dan suami mereka tetap bisa makan.

Mereka juga harus membantu anak-anak yang menjalani pembelajaran dari rumah. Pelimpahan tugas-tugas guru, yang lebih banyak ditanggung oleh ibu, memberikan tekanan tambahan bagi mereka. Waktu untuk diri sendiri, yang biasa didapat saat anak-anak bersekolah, mulai jarang didapat.

World Economic Forum (2020) menyatakan bahwa meskipun jumlah kematian laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan dalam kasus covid-19, perempuan lebih rentan secara sosial dan ekonomi. Para pekerja medis, yang kebanyakan perempuan, harus bekerja ekstra di rumah sakit dan di rumah.

Tak hanya perempuan, anak-anak juga rentan mengalami tekanan selama pandemi. Jika saat bersekolah mereka bisa saling berbagi dengan teman sekelas, kini waktu luang lebih banyak mereka habiskan di dalam rumah. Tekanan juga dirasakan para pria. Kebutuhan yang meningkat, sementara pendapatan tak meningkat, membuat beban pikiran semakin berat.

Tentu saja ini butuh solusi agar tidak menjadi benturan. Agar tak ada konflik, perlu kerelaan satu pihak untuk tidak memaksakan kehendak. Terutama bagi pasangan suami istri. Masing-masing pihak hendaknya meningkatkan kadar pemahaman.

Pandemi ini adalah ujian yang seharusnya bisa membuat rumah tangga menjadi lebih harmonis. Seorang suami menjadi lebih mendengarkan istri, demikian juga dengan istri. Alangkah indahnya keharmonisan ini ditunjukkan pula dengan sama-sama mengorbankan waktu untuk mengajarkan anak-anak di rumah.

Setiap kita harus menyadari bahwa di saat pandemi, kita tidak bisa bergantung pada orang lain. Apalagi menggantungkan harapan kepada pemerintah.

Komentar

Loading...