Unduh Aplikasi

Harga Tak Sesuai, Warga Tolak Pembangunan Jalan Lingkar Lhokseumawe

Harga Tak Sesuai, Warga Tolak Pembangunan Jalan Lingkar Lhokseumawe
Ilustrasi.

LHOKSEUMAWE - Negosiasi antara warga pemilik lahan dan Pemerintah Kota Lhokseumawe masih buntu. Warga menolak harga yang ditawarkan pemerintah sebagai ganti rugi pembebasan lahan pembangunan jalan lingkar.

Lahan yang gagal dibebaskan itu adalah milik M Baikhul dan M Yusuf Achmad, warga Desa Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe. Menurut Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe Bukhari AKS, jumlah ganti rugi yang diberikan oleh pemerintah telah ditentukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

“Anggaran ganti rugi telah disiapkan. Hanya dua rumah lagi yang belum kami bayar karena mereka menolak harga yang ditetapkan KJPP,” kata Bukhari, Rabu (2/11).

Harga yang ditetapkan untuk rumah dan tanah milik Baikhul adalah Rp 480 juta. Sementara pemilik lahan bersikeras dengan harga yang Rp 600 juta. Sementara untuk tanah milik Yusuf Achmad, pemerintah kota memberikan ganti rugi sebesar Rp 520 juta. Namun angka ini tidak sesuai dengan angka yang ditetapkan oleh pemiliknya minta di ganti rugi Rp 700 juta.

“Pemko tidak bisa merealisasikan dengan jumlah yang minta tersebut, “ kata Bukhari. Karena penolakan ini, anggaran itu dikembalikan ke negara. Pemerintah akan menganggarkan kembali tahun depan.

Bila pemilik berkeras dengan harga mereka, kata Bukhari, sesuai ketentuan dan prosedur hukum, maka pembayaran dua rumah tersebut akan kita titipkan ke pengadilan negeri.

Muhammad Baikhul dan Yusuf mengatakan harga yang ditawarkan oleh pemerintah kota kepada mereka sangat murah. Uang ini tidak akan cukup membeli rumah lain.

“Nilai harga ganti rugi lahan milik kami tersebut di anggarkan kan pada tahun sebelumnya, tentu dengan semakin bertambahnya tahun harga tanah itu kan semakin naik, artinya kami sudah tidak bisa lagi membeli rumah dengan harga seperti yang di tawarkan pihak Pemerintah kepada kami, “urainya.

“Kami memohon pemerintah kota mempertimbangkan untuk menaikkan tawaran mereka,” kata Baikhul.

Komentar

Loading...