Unduh Aplikasi

Harga Swab Test Corona Mahal, IDI: Harus Semurah Mungkin

Harga Swab Test Corona Mahal, IDI: Harus Semurah Mungkin
Ilustrasi Tes Swab Covid-19 (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

JAKARTA - Test Swab PCR digunakan sebagai standar deteksi Covid-19 di banyak negara termasuk saat ini. Meski menjadi standar dalam penentuan seseorang positif atau negatif Covid-19, harga swab test PCR masih terbilang mahal.

Pemerintah juga hingga kini masih menggodok besaran harga untuk tes swab virus corona, sehingga harganya tidak memberatkan masyarakat. Dengan begitu jumlah tes pun bisa semakin banyak dan isolasi dapat dilakukan secara tepat.

Satgas Waspada dan Siaga NcoV PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Erlina Burhan mengatakan sebagai upaya deteksi, seharusnya PCR malahan diberikan secara gratis sehingga bisa menjangkau masyarakat luas. Jika memang tidak dapat digratiskan maka dia pun sepakat dengan pemerintah, harus ada regulasi agar tidak ada variasi harga yang jauh.

"Jangan ada yang Rp 800 ribu dan ada yang Rp 3 juta.  Ini terlalu  jauh range-nya," kata Erlina kepada CNBC Indonesia, Jumat (02/10).

"Pemerintah harus membuat standar dan  kalau bisa semurah mungkin agar terjangkau, dengan begitu semakin banyak masyarakat yang dapat dites."

Sebelumnya, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ternyata memberikan usulan agar harga tes swab virus corona dibuat bervariasi per spesimen. BPKP mengusulkan agar harga tes kontraktual sebesar Rp 439 ribu per spesimen. Selain itu, otoritas pengawas keuangan juga mengusulkan tes secara mandiri diberikan sebesar Rp 797 ribu.

"Harga swab berkisar antara Rp 439 ribu sampai dengan Rp 797 ribu masih dikaji terus oleh pemerintah." kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, Kamis (1/10/2020).

Wiku mengemukakan, pemerintah akan memastikan harga swab tes betul-betul dapat terjangkau oleh masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah tak ingin, masyarakat justru terbebani.

"Dan saat yang bersamaan, kita harus memastikan bahwa penyelenggara tes tersebut juga bervariasi dan memang sesuai dengan biaya yang mereka, keluarga, tentu pasti mengambil untung tapi dalam jumlah terbatas," katanya.

Komentar

Loading...