Unduh Aplikasi

Harga Sawit Anjlok, Petani Aceh Utara Merugi

Harga Sawit Anjlok, Petani Aceh Utara Merugi
Penampung sawit di Syamtalira Bayu, Aceh Utara. Foto: AJNN/Sarina

ACEH UTARA - Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit di Kabupaten Aceh Utara menurun drastis sejak tiga bulan terakhir. Akibatnya, petani di daerah setempat mengaku merugi.

Salah seorang petani sawit asal Aceh Utara, Andira Husen kepada AJNN mengatakan, harga jual komuditas sawit hasil panen masyarakat dibeli dengan harga yang sangat murah yakni seharga Rp650 hingga Rp750 ribu saja.

“Di tengah wabah Covid-19 seperti ini harga pasar melambung tinggi, bahan pokok naik semua, sedangkan harga jual komuditas yang dihasilkan masyarakat dihargai sangat murah dan tidak layak,” katanya, Kamis (18/6).

Sambungnya, rendahnya harga TBS sawit tersebut membuat petani gelisah dan kebingungan. Sebab mereka harus memutar otak guna menutupi biaya kebutuhan kebun serta kebutuhan sehari-hari.

“Saat ini kami kebingungan harus menutupi kekurangan kebutuhan kebun yang semakin meningkat. Belum lagi harga pupuk dan biaya pekerja yang tidak seimbang. Ditambah lagi biaya pengangkutan tandan sawit keempat penampungan,” ungkapnya.

Sambungnya, kondisi ini sangat terpukul, apalagi di tengah pendemi seperti ini. Sejak dua bulan terakhir harga TBS selalu turun dari harga Rp 950 ribu. Kondisi ini jelas membuat kami petani sawit resah dan Rugi pastinya, harga yang sesuai menurutnya paling rendah Rp1000 per kilogram, jika kurang dari itu jelas merugi.

Oleh sebab itu, para petani sawit sangat berharap Pemkap Aceh Utara mencari solusi guna mengatasi terpuruk nya harga TBS sawit. Pemkab juga harus turun tangan dalam menstabilkan harga pasar sebab kelapa sawit menjadi komoditi penting dalam pengembangan ekonomi masyarakat.

“Hampir 35 persen masyarakat Aceh Utara mengantungkan hidupnya dari bertani sawit, makanya saat harga sawit murah, dampaknya langsung memukul perekonomian masyarakat. Bagaimana petani bisa sejahtera jika harga jual komoditas yang mereka hasilkan tidak sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan,” imbuhnya melalui telepon seluler.

Komentar

Loading...