Unduh Aplikasi

Harga Kedelai Melambung, Omzet Pengusaha Tahu di Lhokseumawe Anjlok

Harga Kedelai Melambung, Omzet Pengusaha Tahu di Lhokseumawe Anjlok
Produksi tahu di Kota Lhokseumawe. Foto: AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE - Harga kedelai mengalami lonjakan sejak beberapa bulan terakhir. Kenaikan tersebut berdampak signifikan pada penghasilan produsen tahu di Kota Lhokseumawe.

Pantauan AJNN, di pabrik tahu Gampong Meunasah Cut Mamplam, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, produksi tahu terlihat menurun drastis dari hari-hari sebelumnya. Bukan karena tidak ada pembeli, namun harga bahan baku kedelai yang melambung tinggi.

“Selama harga kedelai naik, omzet kami menurun drastis dan produksi tahu juga berkurang dibandingkan sebelumnya,” kata pemilik pabrik tahu, Mursal kepada AJNN, Senin (23/3).

Dikatakan Mursal, sebelumnya mereka membeli kedelai per sak 50 kilogram dengan harga Rp 320 ribu, namun sekarang harganya menjadi Rp 450 ribu. Selain itu, bahan baku kedelai juga minim, meskipun di pasok dari Medan, Sumatera Utara.

“Kalau sebelumnya kami memproduksi tahu dua sak kedelai per hari, namun sejak harga kedelai naik, menjadi satu sak untuk dua hari,” ujarnya.

Untuk omzet pendapatan sendiri, sambung Mursal, sebelum kacang kedelai mengalami kenaikan, mereka bisa mendapatkan Rp 2 juta per hari.

“Tapi sekarang ini hanya Rp 200 ribu per hari, mudah-mudahan pemerintah kembali menyetabilkan harga barang. Sehingga produksinya juga kembali stabil,” tuturnya.

Meskipun demikian, sambung Mursal, harga tahu yang dijual tetap stabil seperti biasa yakni Rp 700 per potong. Akan tetapi ukurannya saja yang dibuat lebih kecil.

Iklan Pemutihan BPKB- Pemerintah Aceh

Komentar

Loading...