Unduh Aplikasi

Harga Emas di Banda Aceh Turun, Daya Beli Masyarakat Meningkat

Harga Emas di Banda Aceh Turun, Daya Beli Masyarakat Meningkat
Foto: AJNN/Indra Wijaya

BANDA ACEH - Harga emas murni di Banda Aceh sejak satu minggu terakhir mengalami penurunan. Penurunan harga emas itu disusul dengan semakin menguatnya nilai rupiah.

Pemilik Toko Emas Ichlas, Murizal di Jalan Tgk Chik Pante Kulu mengaku per hari ini, ia menjual emas per mayamnya Rp 2.600.000 belum ongkos pembuatan.

"Tapi rata-rata toko mas jualnya Rp2.650.000 per mayam," kata Murizal saat ditemui AJNN, Jum'at (12/3/2021).

Ia mengatakan, dengan turunnya harga emas, daya beli masyarakat juga meningkat. Setidaknya 90 persen masyarakat membeli emas dan 10 persen menjual emas miliknya.

"Kebanyakan mereka manfaatkan investasi. Kebanyakan 90 persen beli, 10 persen jual," jelasnya.

Ia mengatakan turunnya harga emas itu juga disusul dengan harga emas dunia yang saat ini turun, kemudian nilai tukar rupiah yang sedang menguat.

"Selain itu, karena stimulus di Amerika itu sudah melayangkan kebijakan untuk vaksin Covid-19. Jadi pasar menerima. Jadi pemain-pemain emas itu lari ke saham. Makanya emas itu turun," ungkapnya.

Lanjutnya, penurunan harga emas itu sudah terjadi sejak akhir Februari 2021. Dimana harga permayamnya turun perlahan.

"Dalam minggu inilah harga titip terendahnya. Selama pandemi, baru kali ini harga emas turun jauh kali," pungkasnya.

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...