Unduh Aplikasi

Harga daging di Abdya melambung

ACEH BARAT DAYA- Harga daging meugang di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) capai Rp160 ribu perkilogram, dimana harga tersebut berbeda jauh dari perkiraan harga sebelumnya yang diperkirakan pihak Dinas Pertanian dan Peternakan setempat yang berkisar Rp130 ribu per kilogram.

Kenaikan harga tersebut berlangsung beberapa jam, namun menjelang siang hari kemarin harganya menurun menjadi Rp150 ribu perkilogram.

Kenaikan harga tersebut diperkirakan, karena pelaksanaan hari meugang di kabupaten setempat tidak bersamaan, padahal Pemkab Abdya telah mengeluarkan himbauan kepada seluruh masyarakat di sembilan kecamatan bahwa pelaksanaan hari meugang jatuh pada Jumat (27/6).

Namun, sejumlah warga dibeberapa kecamatan seperti Kecamatan Lembah Sabil, Manggeng dan Tangan-Tangan telah lebih dulu melaksanakan hari meugang yaitu pada Kamis (26/6) kemarin. Akibatnya, permintaan daging di pusat kabupaten melambung tinggi, ditambah lagi ketersediaan hewan ternak yang akan dipotong juga terbatas.

Dibandingkan dengan harga daging meugang pada tahun lalu, per kilogram hanya berkisar Rp130 ribu, berarti mengalami kenaikan harga sekitar Rp.20- 30 ribu dalam setiap Kg.

Taifik warga Kecamatan Blangpidie kepada AJNN, Jumat (27/6) kemarin seusai membeli daging mengaku, harga tersebut sudah ditetapkan oleh ratusan pedagang daging di kawasan Kreung Beukah Kecamatan Blangpidie sejak dimulainya proses transaksi jual beli, yaitu sekitar pukul 05.30 WIB.

Menurutnya, harga tersebut sangat memberatkan para masyarakat yang ingin membeli daging, pasalnya tahun lalu harga daging lebih rendah dan tidak terlalu membuat masyarakat kebingungan untuk memenuhi kebutuhan hari meugang lainnya.

“Harga ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya berkisar Rp.130 ribu per kilogram. Sekarang naik sekitar Rp.30 ribu, jelas harga ini memberatkan para masyarakat terutama yang ekonomi menengah ke bawah,” paparnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang mengatakan, kenaikan harga itu merupakan hal yang lumrah, apalagi ketersediaan hewan ternak pada meugang kali ini cukup terbatas. Selain itu menurutnya permintaan konsumen akan kebutuhan daging meugang juga mengalami peningkatan, sehingga membuat harga pun menjadi naik.

“Turun naiknya harga daging sebenarnya hal yang lumrah, hal ini disebabkan karena permintaan masyarakat yang tinggi ditambah lagi hari meugang kali ini tidak bersamaan, sehingga banyak masyarakat dari kecamatan lain juga membeli daging di Blangpidie,” ujar Ahmad salah seorang penjual daging di kawasan Kreung Beukah Kecamatan Blangpidie.

Amatan AJNN di lapangan, ribuan masyarakat dalam kabupaten setempat sejak subuh telah ramai memadati kawasan Kreung Beukah Blangpidie yang merupakan sebagai pusat penjualan daging pada hari meugang. Antrean kendaraan baik roda empat maupun roda dua terlihat mempersempit badan Jalan Manyang yang mengarah ke kawasan itu, sehingga para pembeli lebih memilih berjalan kaki ketika menuju lokasi pasar tersebut.

| RAHMAT
Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...