Unduh Aplikasi

Harga Beli TBS Kelapa Sawit Naik di Tengah Pandemi Covid-19

Harga Beli TBS Kelapa Sawit Naik di Tengah Pandemi Covid-19
Supplier TBS untuk wilayah Kabupaten Nagan Raya, Irwan Sahputra. Foto: For AJNN

ACEH BARAT - Harga jual tandan buah segara (TBS) Kepala Sawit di tengah pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) terus naik. Kenaikan harga itu dipengaruhi oleh batas ekspor Crude Palm Oil (CPO) oleh dunia.

Salah seorang supplier TBS untuk wilayah Kabupaten Nagan Raya, Irwan Sahputra, mengungkapkan harga beli TBS saat ini yang ditampung oleh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) mulai dari Rp 1,250 hingga Rp 1.300.

“Saat ini harganya lumayan meningkat, kalau dibandingkan pada Januari dan Februari. Kalau Januari dan Februari harganya sekitar Rp 1.100 per kilogram, kalau saat ini variatif oleh masing-masing PKS mencapai Rp 1.200 hingga Rp 1.300,” kata Irwansyah, kepada AJNN, Senin (6/4).

Dengan harga beli tersebut, dirinya menampung harga sawit dari petani Rp 1.050 per kg. Pasalnya dengan daya beli Rp 1.050 telah memberikan keuntungan bagi petani, pasalnya harga pet terendah Rp1.000 merupakan harga standar bagi petani.

Menurutnya harga jual sawit di Januari hingga Februari sebenarnya anjlok jika dibandingkan dengan harga beli TBS pada akhir tahun 2019 lalu, dimana pada November hingga Desember mencapai Rp1.500 per kg.

“Untuk saat ini terus terjadi lonjakan, karena memang saat ini daya tampung minyak sawit mentah atau CPO dibatasi oleh negara-negara penampung CPO di tengah pandemi corona ini,” jelas Irwan.

Selain dari adanya pembatasan daya tampung CPO oleh negara penampung, kata Irwan, keberadaan tangki timbun CPO di Calang, Kabupaten Aceh Jaya juga telah memberikan pengaruh dalam harga tampung TBS oleh PKS. Alasannya, biaya transportasi untuk angkutan menjadi lebih murah, karena dekatnya jarak angkut dari PKS ke tangki timbunan serta ekspor yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan sawit di wilayah barat selatan Aceh dilakukan secara langsung.

“Kalau dulu kan tangki timbun yang ada di Medan, dan Lhokseumawe tepatnya di daerah Arun, sekarang sudah ada di Calang, sehingga biaya lebih murah,” ungkap Irwan.

"Untuk harga CPO berdasarkan informasi itu Rp 7 ribu hingga Rp 8 ribu," tambahnya lagi.

Komentar

Loading...