Unduh Aplikasi

Hanya Enam Miliar Rupiah

Hanya Enam Miliar Rupiah
Ilustrasi: childline

LANGKAH Teuku Irwan Djohan patut diapresiasi. Anggota parlemen Aceh dari Fraksi Partai Nasdem ini mengubah usulan dana aspirasi (dalam bahasa lain disebut dana pokok-pokok pikiran alias pokir) untuk digunakan dalam penanganan penyebaran virus corona. 

Adalah dana sebesar Rp 6 miliar yang direlokasi Irwan. Sedianya, dana ini akan digunakan untuk penyelenggaraan Aceh-Sumatera Expo 2020. Dana ini dititip di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. Lewat sebuah surat, Irwan mengalihkan dana ini ke Dinas Kesehatan Aceh.

Memang tak semua dana aspirasi Irwan dialokasikan untuk penanganan wabah Covid-19 di Aceh. Berkaca pada alokasi anggaran tahun lalu, setiap anggota parlemen Aceh mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 20 miliar. Para pemimpin Dewan Perwakilan Rakyat Aceh menerima alokasi dana lebih besar.

Tapi, untuk sejenak, mari kita melupakan “kontoversi” dana aspirasi ini. Yang jelas, Irwan telah berbuat. Melakukan sesuatu ketimbang memaksa penggunaan dana untuk kegiatan yang tidak bersifat mendesak. Dengan dana ini, ada banyak hal yang bisa dilakukan pemerintah. 

Dana ini, seperti juga harapan Irwan, diharapkan dapat dipergunakan untuk membeli alat pelindung diri (APD), test kit, obat-obatan, insentif tenaga medis, dan kebutuhan lain terkait penanganan Covid-19. 

Angka Rp 8 miliar jelas nilai yang besar untuk membantu penanganan corona. Dan jika 80 anggota DPR Aceh melakukan hal yang sama, dengan nilai yang sama, akan terkumpul uang sebesar hampir setengah triliun rupiah. 

Uang sebesar ini akan sangat berguna untuk membantu Pemerintah Aceh dan gugus tugas penanganan Covid-19 mengatasi penyebaran. Uang ini juga bisa menjadi stimulus ekonomi kepada seluruh masyarakat Aceh untuk melewati masa-masa sulit pandemi corona, saat ini. 

Dengan uang ini, Pemerintah Aceh bahkan bisa mendorong Universitas Syiah Kuala untuk mengembangkan penelitian tentang corona atau membantu peneliti di universitas itu mengembangkan obat anticorona yang hingga kini belum ditemukan. 

Tentu saja ini terpulang kembali kepada “pemilik” dana pokir. Tak ada paksaan. Toh selama ini, masyarakat juga tidak pernah ngotot mendesak para wakil rakyat mengumumkan uang yang mereka kelola dan peruntukannya secara terbuka kepada publik. 

Mudah-mudahan, dana aspirasi yang dialokasikan tahun ini benar-benar menjadi sebuah instrumen untuk membantu masyarakat Aceh keluar dari kesulitan ekonomi yang semakin terasa dan nyata, dampak dari penyebaran corona.

Komentar

Loading...