Unduh Aplikasi

Haji Uma Minta Hakim Bebaskan Mursyidah: Dia Pahlawan Bangsa

Haji Uma Minta Hakim Bebaskan Mursyidah: Dia Pahlawan Bangsa
Haji Uma ketika berbincang dengan Mursyidah dan anak-anaknya. Foto: AJNN.Net/Sarina

LHOKSEUMAWE - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Sudirman menyebutkan, Mursyidah terdakwa perusakan pangkalan gas LPG 3 Kilogram di Meunasah Masjid, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe merupakan pahlawan bangsa yang sudah menyelamatkan uang negara.

“Kami minta Majelis Hakim di Pengadilan Lhokseumawe supaya menegakkan keadilan, bebaskan Mursyidah, kalau perlu tanpa syarat,” kata Haji Uma sapaan akrab Haji Umar, Sabtu (2/11).

Dia memandang Mursyidah layak disebut sebagai patriotisme bangsa yang telah menyelamatkan uang (Negara). Dan kalau perlu, penghargaan yang harus diberikan, bukan malah ditahan.

“Mursyidah pahlawan bangsa yang menyelamatkan uang negara. Sekian lama dari tahun 2013 hingga 2018 terjadi penimbunan gas LPG, hingga setelah dihitung sekitar Rp 360 juta uang negara hilang. Baru Mursyidah yang berani membongkarya,” ujarnya.

Menurutnya pemerintah harus ada perhatian, tentunya majelis hakim harus memberikan keadilan dan perlindungan hukum kepada Mursyidah.

Baca: Kasus Pengrusakan Pangkalan LPG, Mahasiswa Minta Hakim Vonis Bebas Mursyidah

“Beliau pahlawan untuk bangsa. Jangan sampai penegakan hukum meruntuhkan nilai keadilan dan menggelapkan asset Negara. Ini tugas hakim untuk menentukan keadilan untuk rakyat dan negara,” tuturnya.

Ia melihat ada sisi hukum yang salah dalam kasus yang menjerat janda miskin itu. Pasalnya, pelaku penimbunan gas yang sudah sekian lama tidak dihukum hanya diberikan sanksi tutup pangkalan saja. Padahal sudah jelas merugikan negara, tetapi tidak dituntut.

“Harusnya, kasus sepele perusakan bisa diselesaikan di desa, karena ada qanun yang ditetapkan. Dan tak perlu dibawa keranah hukum, apalagi yang rusak hanya segel pintu saja,” katanya.

Haji Uma berjanji akan melakukan pembelaan apabila Mursyidah tetap ditahan setelah putusan hakim.

“Saya ingatkan, penegak hukum jangan memancing suasana,” ujarnya.

Komentar

Loading...