Unduh Aplikasi

Haji Tito: Bupati Aceh Barat Sebelumnya Gagal Berkomunikasi dengan Parlemen

Haji Tito: Bupati Aceh Barat Sebelumnya Gagal Berkomunikasi dengan Parlemen
Bupati Aceh Barat, Teuku Alaidinsyah. Foto: Darmansyah Muda.
ACEH BARAT - Bupati Aceh Barat, Teuku Alaidinsyah, mengeluarkan pernyataan yang terkesan menyentil pemerintahan sebelumnya, karena gagal dalam membangun kesepakatan dalam pembahasan anggaran daerah antara eksekutif dan legislatif, sehingga berujung pada lahirnya peraturan bupati tentang Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK).

"Alhamdulillah masa kepemimpinan saya selama empat tahun berturut-turut, pembahasan dan pengesahan anggaran selalu tepat waktu, sehingga tidak sampai memperbupkan anggaran belanja karena gagal adanya kesepakatan," kata Haji Tito--sapaan Teuku Alaidinsyah--saat berpidato dihadapan seluruh kader Partai Golkar Aceh Barat pada acara rapat pleno di perluas validasi nama-nama bakal calon kepala daerah Kabupaten Aceh Barat, yang berlangsung di Hotel Meuligoe, Kamis (28/4).

Bahkan, Alaidinsyah berani mengklaim kalau masa pemerintahan yang dipimpinya itu telah berhasil membangun di sektor pertanian, sehingga hasil panen padi masyarakat meningkat signifikan dari sebelumnya 3,5 ton per hektar, menjadi 6,4 ton per hektar.

"Saya tantang kalau memang ada calon lain yang berani menyatakan akan meningkatkan hasil panen padi dari 6,4 ton menjadi 12 ton, saya akan mengacungkan jempol dan mengakui calon tersebut hebat," ungkapnya.

Di sektor pembangunan, Haji Tito mengatakan sudah mulai terukur dan terarah, dan itu terbukti dengan dengan mendapatkan penghargaan pangripta utama nusantara tahun 2015 lalu, sebagai kabupaten/kota terbaik dalam perencanaan dan pembangunan daerah.

"Maaf jika saya sedikit sombong atas penghargaan yang diperoleh Aceh Barat, sekarang banyak dari pemerintahan pulau Jawa belajar kemari," imbuhnya.

Haji Tito juga mengaku dirinya yang telah berhasil menegerikan Universitas Teuku Umar, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Teungku Di Runding Meulaboh, serta mendirikan Akademi Komunitas Negeri.

"Alhamdulillah 2017 ini juga akan dimulai pembangunan rumah sakit regional di Aceh barat, ini tandanya saya serius dalam pelayanan masyarakat," jelasnya.

Dengan hadirnya tiga universitas negeri di Aceh Barat, kata Haji Tito, itu sudah menjadi jaminan jika peningkatan sumber daya manusia di Aceh Barat mulai saat ini hingga masa yang akan datang terus meningkat.

"Sejak tahun 2015, masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan telah berhasil menikmati listrik gratis tanpa ada janji-janji ketika saya kampanye dulu. Begitu ada peluang anggaran saya langsung minta kepada Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) untuk masukan anggaran porgram listrik gratis meski ini tidak ada dalam janji saya pada kampanye dulu," ujarnya.

Selain itu, Haji Tito mengaku sebagai manusia biasa masih memiliki kekurangan sama seperti yang lainnya. "Kalau pendukung saya pasti megatakan tidak ada kekuranga, kalau orang yang tidak suka sama saya, itu pasti mengatakan kalau saya banya kekurang, tidak pernah benar dan selalu salah dalam mengemban tugas," katanya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Amanat Nasional Aceh Barat itu juga meminta dukungan kepada kader partai berlambang pohon beringin atas niatnya maju kembali sebagai calon bupati periode 2017-2022.

Pantauan AJNN, pada kegiatan rapat pleno tersebut, dihadiri oleh Ketua DPD I Golkar Aceh, TM Nurlif, Bupati Aceh Barat DR.(HC) HT Alaidinsyah, Ketua DPD II Golkar Aceh Barat Kamaruddin, Ketua Barisan Muda Partai Golkar Aceh Hendra Budian, serta kader partai Golkar lainnya baik DPD I maupun II.

Komentar

Loading...