Unduh Aplikasi

Haji Batal Diberangkatkan, Mukhlis Mukhtar: Aceh Miliki Kewenangan Sendiri

Haji Batal Diberangkatkan, Mukhlis Mukhtar: Aceh Miliki Kewenangan Sendiri
Mukhlis Mukhtar. Foto: IST.

BANDA ACEH - Pengacara Senior, Mukhlis Mukhtar mengungkapkan Aceh memiliki kewenangan khusus terkait keberangkatan jamaah haji asal Aceh yang sudah diatur dalam Undang-undang Pemerintah Aceh (UUPA).

“Terkait keberangkatan haji asal Aceh memang sudah diatur oleh UUPA, tapi apakah Pemerintah Aceh mau melakukannya,” sebut Menurut Mukhlis, saat dihubungi AJNN, Sabtu (5/6).

Menurut Mukhlis Mukhtar, selama ini menyangkut soal agama di Aceh juga kewenangannya ada di Pemerintah Pusat. Dimana Kanwil Kementerian Agama (Kemenang) Aceh yang mengurus bidang agama di Aceh.

“Karena selama ini menyangkut soal agama di Aceh juga kewenangan pusat juga, bidang agama yang ngurusnya Kanwil Kemenag, tapi apakah pihak itu berani,” tuturnya.

Mukhlis Mukhtar mengatakan, dalam Undang-undang Pemerintah Aceh (UUPA) sudah mengatur pembagian kewenangan di Aceh. Tapi, kewenangan yang sudah diatur secara hukum tidak dilaksanakan oleh Pemerintah Aceh.

“Secara hukum sudah ada kewenangan, UUPA itu pembagian kekuasaan atau pembagian kewenangan, tapi kewenangan sudah ada di Aceh saja tidak mau melaksanakannya,” tutup Mukhlis Mukhtar.

Dalam berita sebelumnya setidaknya sebanyak 4.187 orang calon jemaah haji asal Aceh batal berangkat pada tahun 2021. Hal itu disusul dengan belum adanya sinyal dari Pemerintah Arab Saudi terhadan calon jemaah untuk berangkat haji.

Baca: 4.187 Calon Jemaah Haji Asal Aceh Batal Berangkat Tahun Ini

Pembatalan keberangkatan itu juga disusul dengan surat Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/2021 M.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Aceh Drs H Arijal, mengatakan, 4.187 jemaah haji asal Aceh yang batal berangkat itu sudah melunasi setoran haji.

Ia menjelaskan, selain belum ada sinyal dari Pemerintah Arab Saudi mengenai pemberangkatan haji, pembatalan itu juga berkaitan dengan waktu persiapan pelayanan jemaah haji yang jumlahnya tidak sedikit.

"Ada 210,000 kuota calon jemaah haji untuk Indonesia dan untuk Aceh ada 4.187 orang. Jadi ini pertimbangan penting dari pemerintah mengenai dibatalkannya pemberangkatan jemaah haji asal indonesia ke Arab Saudi," kata Arijal saat ditemui di Kanwil Kemenag Aceh, Jum'at (4/5/2021).

HUT Pijay

Komentar

Loading...