Unduh Aplikasi

Habiskan Rp 230 Miliar, PPN Gugop Tak Terurus

Habiskan Rp 230 Miliar, PPN Gugop Tak Terurus
Foto: Ist

BANDA ACEH - Proyek pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) di Desa Gugop, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar terbengkalai. Padahal Badan Pengusahaan Kawasan Bebas Sabang (BPKS) sudah menggelontorkan anggaran paling sedikit Rp 230 miliar untuk pembangunan proyek tersebut.

Pembangunan proyek pelabuhan perikanan dengan total panjang dermaga 342 meter itu sudah dimulai sejak 2009, dimana saat itu total dana yang dianggarkan untuk membangun infrastrukturnya menurut Detail Enginering Design (DED), dipersiapkan sebesar Rp 404 miliar.

Baca: Proyek Perikanan BPKS Rp438 Miliar Terbengkalai

Pelaksanaan pembangunan kawasan PPN yang telah menghabiskan anggaran ratusan miliar tersebut dimulai sejak 2012. Anggaran BPKS itu dilelang melalui tiga layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), yaitu LPSE Unsyiah, LPSE Pemerintah Aceh dan LPSE Kota Sabang.

Berdasarkan hasil penelusuran dan Data Tabulasi Tim Litbang AJNN, proyek pelabuhan itu pertama kali dikerjakan tahun 2012. Saat itu, kegiatan pekerjaannya dimenangkan oleh PT Dharma Perdana Muda, dengan nama paket Pembangunan Pelabuhan Ikan Gugop-Lampuyang dan nilai kontraknya sebesar Rp 30,9 miliar.

Foto: Litbang AJNN

Di tahun 2013, PT Kogas Driyap Konsultan memenangkan paket kegiatan Manajemen Konstruksi Pembangunan Pelabuhan Perikanan di Gugop (Lanjutan)/Kode: JK-02/MK/2013, dengan nilai pekerjaan sebesar Rp 1,085 miliar.

Dilanjutkan dengan pekerjaan Pematangan Lahan Untuk Infrastruktur Kawasan Perikanan Gogop Pulo Aceh (Kode Paket PK-15/BN/2013), dengan nilai kontrak sebesar Rp 8,2 miliar oleh PT Lince Romauli Jaya.

Masih di tahun yang sama, PT Galih Medan Persada memenangkan pekerjaan dari BPKS senilai Rp 66,8 miliar, atas pekerjaan Pembangunan Pelabuhan Perikanan di Gugop (Lanjutan) dengan kode paket pekerjaan: PK-02/BN/2013.

Baca: Kejari Sabang Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Proyek BPKS

Kemudian di tahun 2014, terdapat tiga pekerjaan berkaitan dengan pembangunan pelabuhan perikanan itu, yaitu pekerjaan Manajemen Konstruksi Pembangunan Pelabuhan Perikanan dan Pematangan Lahan Kawasan Gugop- Lampuyang, senilai Rp 1,070 miliar dengan PT Multi Phi Beta sebagai pemenang.

Selanjutnya, pekerjaan Pematangan Lahan Infrastruktur Kawasan Perikanan Gugop (Lanjutan) senilai Rp 5,9 miliar oleh PT Tangga Batujaya Abadi. Setelah itu, PT Lince Romauli Jaya di tahun ini juga kembali mendapatkan pekerjaan Pembangunan Pelabuhan Perikanan Gugop - Lampuyang (Lanjutan) dengan nilai kontrak Rp 55,8 miliar.

Atap sebuah bangunan di kompleks pelabuhan perikanan terpadu dibangun BPKS di Pulau Breuh, Aceh Besar, dalam kondisi copot, Sabtu (21/9/2019). Antara Aceh/M Haris SA

Sementara itu, pada tahun 2015 BPKS kembali menggelontorkan dana sebesar Rp 49,2 miliar, yang terdiri dari 4 pekerjaan. Pekerjaan dimaksud yaitu, pekerjaan perencanaan pengerukan kolam pelabuhan Lampuyang senilai Rp 93 juta oleh PT Batel Indonesia.

Diikuti pekerjaan Manajemen Konstruksi Pembangunan Sarana dan Prasarana Pelabuhan Perikanan Gugop (Lanjutan) dan Pematangan Lahan untuk Infrastruktur Kawasan Perikanan Gugop oleh PT Kogas Driyap Konsultan dengan nilai kontrak Rp 900 juta.

Tahun 2015 ini, pekerjaan Pematangan Lahan untuk Infrastruktur Kawasan Perikanan Gugop (Lanjutan) dimenangkan kembali PT Tangga Batujaya Abadi, dengan nilai pekerjaan sebesar Rp 9,9 miliar. Kemudian, PT Brahmakerta Adiwira juga memenangkan tender senilai Rp 38,2 miliar atas lanjutan Pembangunan Sarana dan Prasarana Pelabuhan Perikanan di Gugop.

Foto: Dok AJNN

BPKS dalam laman LPSE Aceh tahun 2015, juga melakukan pelelangan pekerjaan Pengadaan Moubiler dan Perlengkapan Lainnya di Balai Serbaguna Lampuyang Pulo Aceh, dengan nilai kontrak Rp 613 juta dengan pelaksana CV Graha Utama Tailor.

Selain itu, berdasarkan isi dokumen Background Studi Pembangunan BPKS, pada tahun 2016 diketahui BPKS juga telah mengeluarkan anggaran sebesar Rp 7 miliar, terkait dengan pekerjaan Pengerukan Kolam Putar dan Pembuatan Cold Storage.

Dari dokumen rincian kertas kerja Satker BPKS Tahun Anggaran 2018, juga diperoleh informasi bahwa BPKS menganggarkan dana sebesar Rp 4,1 miliar untuk lanjutan pekerjaan Pembangunan Pelabuhan Perikanan di Gugop Pulo Aceh. Lalu, dalam dokumen yang sama BPKS juga menganggarkan dana sebesar Rp 125 juta atas pekerjaan Pengawasan Pembangunan Pelabuhan Perikanan di Gugop.

Kemudian dalam dokumen daftar aset dalam proses penjajakan investasi yang diterbitkan BPKS pada 6 Agustus 2019, total nilai aset PPN Gugop itu sebesar Rp 227 miliar. Selain terdapat lahan hasil reklamasi yang estimasi nilainya mencapai Rp 3 miliar, total aset BPKS di PPN Gugop yaitu Rp 230 miliar.

Persentase anggaran yang sudah dihabiskan mencapai hampir 60 persen, dari nilai DED yang ditetapkan sebesar Rp 404 miliar. Saat ini proyek ratusan miliar dan terbengkalai tersebut bangunannya sudah mulai rusak. Kemudian, bangunan-bangunan itu juga mulai ditumbuhi semak belukar.

Komentar

Loading...