Unduh Aplikasi

Habiskan Rp 1 Miliar untuk Promkes, Dinkes Aceh Barat Tak Bisa Rincikan Penggunaannya

Habiskan Rp 1 Miliar untuk Promkes, Dinkes Aceh Barat Tak Bisa Rincikan Penggunaannya
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH BARAT - Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Barat (DPRK) merasa janggal dengan kegiatan Promosi Kesehatan (Promkes) pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) yang dilakukan Dinas Kesehatan setempat dengan yang menghabiskan anggaran satu Rp 1 miliar lebih.

Ketua Komis IV DPRK Aceh Barat, Ahmad Yani mengatakan, keanehan ini terungkap saat dirinya mempertanyakan kepada Dinkes setempat terkait dengan anggaran yang mencapai Rp 1 miliar lebih tersebut namun tidak bisa menguraikan jenis kegiatan yang dilakukan.

“Ada program-program yang dilakukan Dinkes kita duga tidak sesuai dan aneh kalau menurut saya. Seperti Promkes pencegahan Covid-19, itu uangnya lebih Rp 1miliar tapi nggak bisa disebut untuk apa,” kata Ketua Komis IV, Ahmad Yani, usai kegiatan RDP menyangkut pertanggungjawaban kegiatan penanganan Covid-19 di Aceh Barat.

Ahmad Yani menjelaskan jika kegiatan promkes hanya sekedar menyebar baliho dan selebaran maka kebutuhan biaya tidak akan mencapai Rp 1 miliar. Karena itu pula, ia minta Dinas Kesehatan memberikan penjelasan detail sehingga tidak muncul kecurigaan.

Dikatakannya, kegiatan promkes dalam bentuk sosialisasi tersebut hanya terlihat sebagai kegiatan seremonial sehingga sangat aneh dengan anggaran yang dilaporkan sebesar Rp 1,108 miliar

Keanehan lain terkait dengan pengadaan masker yang menghabis Rp 1,6 miliar akan tetapi saat diminta rinciannya, dinas kesehatan tidak dapat menunjukkan.

“Makanya saya tanya tadi gagap Dinas Kesehatan tadi. Terus pelayanan isolasi bagi Pasien Dalam Pengawasan dan Orang Dalam Pemantauan selama tiga bulan terakhir menghabiskan anggaran mencapai 1,352 miliar yang telah direalisasi,” sebut Ahmad Yani.

Ia mengaku juga sempat mempertanyakan anggaran pelayanan isolasi tersebut untuk mereka yang terpapar Covid-19 sedang melakukan isolasi di mana saja, tetapi lagi-lagis Dinas Kesehatan tidak bisa memberikan penjelasan secara rinci.

Anggaran paling besar, kata dia, juga pada program penyehatan lingkungan Covid yang menghabiskan anggaran Rp 1,044 miliar tetapi juga tidak jelas jenis kegiatannya.

Dijelaskan, dalam RDP yang berakhir hingga sore belum ada jawaban dari Dinkes setempat dan pada Rabu, (16/9) akan dilanjutkan dengan kesimpulan oleh Dinas tersebut terkait penggunaan anggaran itu.

“Harusny jangan begitu. Jika memang dinas tidak lagi efektif dalam penggunaan anggaran bagus dialihkan ke Dinsos saja untuk bansos bagi warga terdampak Covid-19 atau ke Dinas Perdaganag sehingga bisa diberikan bantuan modal usaha darurat kepada pedagang,” imbuhnya.

Komentar

Loading...