Unduh Aplikasi

Habiskan Dana Miliaran, Pasar Tradisional Langsa Baro Tak Berfungsi

Habiskan Dana Miliaran, Pasar Tradisional Langsa Baro Tak Berfungsi
LANGSA - Kondisi pasar tradisional Langsa Baro, Kota Langsa di Gampong Geudebang Aceh yang menghabiskan dana miliaran rupiah saat ini tak berfungsi.

Pantauan AJNN, Kamis (4/8) tidak ada aktivitas perdagangan di pasar tradisional tersebut. Padahal pasar itu sudah diresmikan oleh Wali Kota Langsa, Usman Abdullah April 2014 silam.

Geuchik Geudebang Aceh, Hasanuddin didampingi Ketua pemuda setempat Junaidi, membenarkan pasar tradisional tersebut sudah tidak berfungsi untuk aktivitas perdagangan.

Hasanuddin menyebutkan, pasar tradisional dibangun menggunakan tiga sumber dana yakni, Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), aspirasi anggota DPR RI dan APBK.

"Pertama pasar tradisional ini dibangun untuk para pedagang sayur dan ikan, kemudian dibangun puluhan kios menggunakan anggaran Otsus dan APBK," terangnya.

Menurut Junaidi, pasar khusus untuk pedagang sayur dan ikan sudah tidak berfungsi selama satu tahun.

Sedangkan untuk kios-kios, lanjut Junaidi baru tidak berfungsi baru-baru ini. Karena kios-kios yang dibangun menggunakan ‎dana aspirasi anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Firmandes dan APBK yang menghabiskan anggaran sekitar 5 miliar diresmikan oleh Wali Kota Usman Abdullah pada Selasa, 31 Mei 2016.

Junaidi menyebutkan, pasar tradisional tersebut baru berfungsi kembali ‎bila pemerintah melakukan bongkar muat sayur-sayuran di pasar itu.

"Modal utama untuk menghidupkan kembali pasar tradisonal ini harus dilakukan aktivitas bongkar muat sayur-sayuran yang didatang dari luar Langsa, dengan begitu otomatis masyarakat akan berbelanja kemari" sebut Junaidi.

Menurutnya, pasar tradisional tersebut sangat strategis dijadikan lokasi bongkar muat sayur-sayuran, selain dikelilingi desa-desa. Letak pasar tradisional tidak terlalu jauh dari kota.

‎"Harapan kami satu-satunya kepada pemerintah yaitu, bersedia dijadikan pasar tradisional ini sebagai lokasi bongkar muat sayur-sayuran guna menghidupkan kembali pasar yang telah menghabiskan ‎uang negara miliaran rupiah," katanya.

Komentar

Loading...