Unduh Aplikasi

Habis Sudah Irwandi Yusuf

Habis Sudah Irwandi Yusuf
Ilustrasi: Quora.

ANDAI saja Irwandi Yusuf, Ketua Umum Partai Nanggroe Aceh, mau bersikap lebih terbuka, mungkin saja bukan Sayuti Abu Bakar yang diusungnya sebagai calon Wakil Gubernur Aceh. Ada banyak nama lain, yang berasal dari internal partai, layak disodorkan kepada Gubernur Aceh untuk menjadi wakil gubernur. 

Seperti disampaikan pengamat politik Universitas Syiah Kuala, Effendi Hasan, seharusnya Irwandi melakukan cara-cara yang lebih demokratis untuk menunjuk kandidat pengisi lowongan itu. Sehingga PNA menjadi partai politik yang lebih menarik.

Irwandi juga bersikap seolah-olah PNA adalah perusahaan pribadi. Tak boleh ada protes dari rekan-rekannya. 

Publik sempat berharap agar partai ini lebih terbuka. Dan tanda-tanda itu terlihat tak lama setelah Nova Iriansyah dilantik sebagai Gubernur Aceh. Sekretaris Jenderal PNA, Miswar Fuady, mengatakan PNA akan menggelar konvensi untuk mencari kandidat pendamping Nova Iriansyah hingga 2022, ujung periode kepimpinannya di Pemerintah Aceh. 

Irwandi memang visioner. Saat menjabat sebagai Gubernur Aceh hasil pemilihan kepala daerah langsung usai Perjanjian Damai Helsinki, Irwandi melakukan sejumlah terobosan yang luar biasa, baik di bidang pemerintahan, kesehatan atau lingkungan. 

Kini, setelah tak lagi duduk di tampuk kekuasaan, Irwandi praktis hanya memiliki PNA sebagai alat politiknya. Namun sayang, langkah-langkahnya tidak secemerlang dahulu. Bahkan belakangan ini, Irwandi semakin menunjukkan sikap gegabah. 

Jika Irwandi menyadari bahwa PNA adalah modal besarnya untuk tetap memiliki pengaruh di Aceh, seharusnya Irwandi tidak bersikap sesuka hati dalam menentukan sosok calon wakil gubernur dari PNA. Bahkan dia seharusnya mendorong cara-cara moderat yang membuat citra PNA terdongkrak dan pengaruhnya di Aceh tetap terjaga. 

Namun Irwandi malah menunjukkan sikap putus asa alih-alih bermental sebagai pejuang. Keputusannya membuat kader PNA terpecah di saat mereka membutuhkan kepemimpinan yang kuat. Dia membuat PNA semakin tak dianggap karena mengedepankan kepentingan jangka pendek. Termasuk saat memutuskan Sayuti sebagai calon wakil gubernur. 

Kondisi sulit ini akan tetap merundung PNA jika Irwandi tak berubah. Irwandi harus membangun rasa percaya diri sendiri dan rekan-rekan separtai. Irwandi tak boleh membiarkan jeruji besi membuat dia kehilangan kecemerlangan. Jangan sampai lawan politik menertawakan PNA dan menganggap Irwandi Yusuf sudah habis.

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...