Unduh Aplikasi

Guru TK Sabang Terima Tanda Kehormatan Satyalencana Pendidikan dari Presiden

Guru TK Sabang Terima Tanda Kehormatan Satyalencana Pendidikan dari Presiden
Sri Wahyuni, guru TK Pertiwi Kota Sabang menerima penghargaan anugerah Tanda Kehormatan Satyalencana Pendidikan dari Presiden Joko Widodo. Foto: Ist

BANDA ACEH - Sri Wahyuni, guru TK Pertiwi Kota Sabang menerima penghargaan anugerah Tanda Kehormatan Satyalencana Pendidikan dari Presiden Joko Widodo pada puncak peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2019 dan dan HUT ke-74 PGRI, di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (30/11).

Tanda Kehormatan Satyalancana Pendidikan yang selanjutnya disebut dengan Satyalancana Pendidikan adalah Tanda Kehormatan Negara yang diberikan sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan negara kepada guru dan pamong belajar yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan melalui Surat Keputusan Presiden.

Untuk tahun ini, ada enam orang guru TK yang menerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalencana Pendidikan dari Presiden Joko Widodo dari seluruh Indonesia. Termasuk dari Aceh yakni Sri Wahyuni.

Adapun enam guru TK yang menerima penghargaan itu yakni Ary Mugiarsi, TK Negeri 6 Kota Bekasi, Jawa Barat, Evawati, TKS Tunas Bangsa Kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat, Yuli Rahayu, TK Sarimulyo, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sugirman, TH Bahari, Pulau Bungi, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Sri Wahyuni, TK Pertiwi Kota Sabang, Aceh, dan Arisni Laima, Dinas Pendidikan Kabupaten Boalemo, Gorontalo.

Keputusan Presiden tentang penganugerahan anda Kehormatan Satyalencana Pendidikan. Foto: Ist

Bicara prestasi, Sri Wahyuni sudah banyak berprestasi di tingkat nasional, seperti masuk dalam 10 besar naskah cerita anak terbaik tingkat nasional, harapan 3 mendongeng cerita anak tingkat nasional.

Kemudian pada tahun lalu, Sri Wahyuni juga terpilih sebagai juara satu dalam ajang pemilihan guru TK di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) berprestasi tingkat nasional 2018.

Sri Wahyuni, sehari-hari bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di TK Pertiwi Kota Sabang. Ibu dua orang anak itu setiap malam juga menjadi guru gaji di desa tempat tinggalnya yakni Desa Ie Meule, Sukajaya, Sabang.

Baca: Sri Wahyuni Raih Juara 1 Guru TK Berdedikasi Tingkat Nasional

Sri Wahyuni ketika ketika dikonfirmasi AJNN mengaku bersyukur atas penghargaan yang diberikan oleh negara kepadanya. Ia juga tidak menduga bisa meraih penghargaan tersebut. Pasalnya tidak mudah bagi seseorang untuk bisa meraih penghargaan itu, apalagi dalam proses seleksi panjang.

"Saya berterima kasih kepada orang-orang yang selalu memberikan dukungan, khususnya kepada keluarga besar saya yang selalu memberikan dukungan dan doa sehingga saya bisa mendapatkan penghargaan ini," kata Sri Wahyuni kepada AJNN, Senin (2/12) di Banda Aceh.

Ia menjelaskan proses seleksi dilakukan sejak bulan Maret. Dimana dirinya diminta untuk mengirimkan biodata serta penghargaan yang pernah diraih, baik ditingkat daerah maupun tingkat nasional.

Kemudian, kata Sri, dilakukan seleksi yang sangat ketat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Dimana hasil seleksi itu munculnya enam nama yang layak diberikan penghargaan itu.

Tanda Kehormatan Satyalencana Pendidikan milik Sri Wahyuni. Foto: Ist

Selanjutnya, tim seleksi Kemendikbud turun ke Aceh yakni Sabang untuk melakukan verifikasi, baik ke sekolah maupun ke Dinas Pendidikan Kota Sabang. Tujuanya adalah untuk memastikan penghargaan yang sudah pernah diraih Sri Wahyuni, baik ditingkat daerah maupun nasional.

"Bulan September kemarin ada tim Kemendikbud yang datang ke Sabang, katanya untuk melakukan verifikasi," ungkap Sri Wahyuni.

Tiga minggu kemudian, kata Sri, datang tim dari Sekretaris Militer (Sekmil) Presiden. Tujuannya sama adalah untuk memverifikasi kembali hasil verifikasi yang sudah dilakukan oleh Kemendikbud. Sasarannya tetap sama yakni mengunjungi sekolah dan Dinas Pendidikan Sabang.

Para penerima Tanda Kehormatan Satyalencana Pendidikan dari Presiden Joko Widodo. Foto: Ist

Tak sampai disitu, hasil verifikasi yang dilakukan Sekmil, diserahkan kepada Dewan Kehormatan Presiden, untuk dilakukan seleksi terakhir. Nama-nama hasil seleksi diserahkan kepada Presiden untuk dikeluarkan SK Tanda Kehormatan Satyalancana Pendidikan.

"Proses seleksinya sangat panjang, ada enam orang guru TK Se Indonesia yang menerima penghargaan itu, salah satunya dari Aceh adalah saya," ujar Sri Wahyuni.

Sri Wahyuni, berharap penghargaan yang diraihnya itu bisa menjadi motivasi bagi guru-guru lain di Aceh. Menurutnya walaupun berada di provinsi paling ujung, semua orang punya hak untuk terus berprestasi.

"Intinya terus belajar dan berkarya serta berbuat yang terbaik untuk generasi bangsa," kata Sri Wahyuni.

Komentar

Loading...