Guru Honorer Difabel, Syifa Mengajar dengan Keterbatasan

Guru Honorer Difabel, Syifa Mengajar dengan Keterbatasan
Syifa mengajarkan anak didiknya bermain keyboar. Foto: AJNN/Indra Wijaya.

BANDA ACEH - Syifa Urrachman (26), salah seorang guru honerer penyandang disabilitas tunanetra, berjuang melawan keterbatasan yang ada demi mencerdaskan anak bangsa.

Tangah Syifa terampil, mengarahkan anak didiknya yang tunanetra untuk belajar tentang sumber energi di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Banda Aceh, Kamis (25/11/2021).

Lantunan keyboard lagu ibu kartini mengisi satu ruangan. Suara sayu, namun enak didengar. Lagu itu dimainkan anak didik Syifa yang saat ini duduk di kelas lima.

Meski dengan keterbatasan, tak menghalang semangat Syifa untuk mengajar anak-anak yang juga punya keterbatasan seperti yang dialami. Ia menggeluti pekerjaan sebagai guru honerer di SLB, beranjak dari pengamalan pribadi Syifa.

Saat SD, ia bersekolah di salah satu SLB di Lhokseumawe. Saat itu, Syifa merasakan betul dimana siswa SDLB itu membutuhkan perhatian. Hal itu juga yang menggerakkan Syifa untuk bergelut di bidang itu.

Di momen hari guru  ini, Syifa merasakan kebahagian yang tak terhingga. Sebab anak-anak SLB disana memberikan ia dan gurunya lainnya hadiah. Antusias itu semakin membuat Syifa mencintai pekerjaannya. Sebab ia dapat membimbing anak-anak spesial yang dititipkan oleh sang pincipta.

Baca Selanjutnya...
Halaman 123
Editor:

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini