Unduh Aplikasi

Guru Honorer di Pijay Merasa Tidak Diperdulikan oleh Pemerintah

Guru Honorer di Pijay Merasa Tidak Diperdulikan oleh Pemerintah
Ilustrasi. Foto: IST

PIDIE JAYA - Tenaga pendidikan yang berstatus honorer di Kabupaten Pidie Jaya merasa diabaikan oleh pemerintah setempat. Sehingga guru honor yang telah mengabdi belasan tahun tidak jelas nasibnya. 

Ulfa, salah seorang guru honorer di SDN 2 Ulim menyebutkan, ia telah 15 tahun mengabdi dengan status honorer. Namun nasib dan kesejahteraannya tidak jelas. 

Hal itu diungkapkan Ulfa dalam rapat dengar pendapat lintas organisasi profesi yang dilaksanakan oleh Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Pidie Jaya di Meureudu, Rabu (25/11).

Ulfa mengakui mendapat harapan mengembirakan dengan diangkat menjadi Pegawai Negeri (PNS) jalur khusus. Namun, harapan itu hampa. Harapan itu tidak seperti halnya tenaga PTT yang diangkat sebagai PNS tanpa seleksi umum.

"Jika tenaga PTT dapat diangkat menjadi PNS, kenapa kami tidak. Kami harap nasib kami guru honor dan bakti  diperhatikan Pemkab Pidie Jaya," kata Ulfa.

Selain nasib guru honor, dalam rapat tersebut juga mengemuka sejumlah kendala pendidikan lainnya di Pidie Jaya, seperti pemerataan guru antar sekolah.

Akibat tidak adanya pemerataan guru tersebut, sehingga mutu pendidikan di kabupaten yang dipimpin oleh Aiyub Abbas-Said Mulyadi itu tidak seperti yang diharapkan.

Menurut Ketua MPD Pidie Jaya, Bachtiar Efendi, pengambil kebijakan di kabupaten itu tidak lagi berpegang pada motto "Peugah lagei buet, peubuet lagei na," sehingga menimbukan banyak persoalan di bidang pendidikan.

Bachtiar menyebutkan, segala persoalan yang lahir dalam rapat tersebut akan disampaikan kepada Bupati Pidie Jaya untuk dapat ditindak lanjuti.

Komentar

Loading...