Unduh Aplikasi

Gunung Meriah Pertahankan Juara Umum MTQ Tingkat Kabupaten

Gunung Meriah Pertahankan Juara Umum MTQ Tingkat Kabupaten

ACEH SINGKIL - Kafilah Kecamatan Gunung Meriah sukses mempertahankan gelar juara umum Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Kabupaten Aceh Singkil tiga kali berturut-turut, prestasi itu berhasil mereka raih usai kembali mendulang gelar juara umum dalam ajang MTQ ke 33 di Kecamatan Kuala Baru, Minggu (25/12) malam.

Atas prestasi tersebut, Trophy bergilir MTQ tingkat Kabupaten Aceh Singkil pun resmi menjadi piala tetap kafilah Gunung Meriah, hal itu sebagaimana disampaikan Ramlan, koordinator dewan Hakim usai membacakan Surat Keputusan penetapan peringkat juara MTQ ke 33.

"Juara Umum Kecamatan Gunung Meriah, ini adalah gelar tiga kali berturut-turut, untuk itu piala bergilir menjadi piala tetap kafilah gunung meriah, piala bergilir akan digantikan dengan yang baru, kafilah tuan rumah Kecamatan Kuala Baru menempati peringkat ke 2, Singkil peringkat 3," kata Ramlan.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Abdul Hanan berharap dukungan pemerintah daerah dalam mengembangkan kemampuan generasi muda dalam mempelajari alqur'an, terutama di cabang-cabang yang hingga kini belum ada pesertanya atau tak memenuhi greednya.

"Ada juara yang kosong itu artinya perlu ada pembinaan, sehingga kami meminta dukungan pemerintah daerah termasuk dalam mempersiapkan para juara dan purna juara dalam mengikuti MTQ tingkat provinsi," kata Abdul Hanan.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Aceh Singkil Asmauddin melalui Sekretaris Daerah Azmi saat menutup kegiatan MTQ mengaku sedih atas masih adanya cabang-cabang perlombaan yang tidak ada peserta atau grednya tidak sampai sehingga juara 1, 2 maupun 3 tidak ada.

"Ini merupakan tanggungjawab bersama, sehingga ke depan akan lebih baik, kami sadar bahwa umat Islam sedang dihadapkan dengan tantangan yang berat dan maha dahsyat, hal itu sebagai akibat perkembangan iptek, oleh karena itu ini menjadi tanggungjawab kita bersama," ujar Sekda.

Azmi mengatakan bujuk rayu program-program televisi dan internet telah membuat anak-anak dan para remaja zaman sekarang lebih suka menonton telivisi dan membuka telepon genggam dari membaca pada alquran, sehingga waktu yang digunakan lebih banyak untuk membuka media sosial dari pada alquran.

"Ini adalah masalah dan perlu segera diselamatkan, kedapan harus ada program MTQ keluarga, sehingga generasi kita akan mencintai alquran," ungkap Azmi.a

Komentar

Loading...