Unduh Aplikasi

Gugatan Tak Diterima, Kuasa Hukum PNA Kasasi ke MA

Gugatan Tak Diterima, Kuasa Hukum PNA Kasasi ke MA
Sidang putusan gugatan DPP PNA di PN Banda Aceh. Foto: AJNN.Net/Rahmat Fajri

BANDA ACEH - Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh menolak sepenuhnya gugatan Ketua Umum DPP PNA Irwandi Yusuf terhadap Samsul Bahri alias Tiyong Cs sebagai pengurus PNA versi Kongres Luar Biasa (KLB). 

Terhadap putusan pengadilan ini, Kuasa Hukum Irwandi Yusuf, Haspan Yusuf Ritonga mengatakan bahwa pihaknya akan segera melalukan upaya kasasi. Mengingat belum adanya penyelesaian atas kisruh internal ini. 

"Ini kan menurut kita tidak ada penyelesaian terhadap kisruh ini, maka kita tetap akan mengajukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung (MA) terhadap putusan ini," kata Haspan kepada wartawan usai persidangan, Selasa (7/1). 

Menurut Haspan, upaya kasasi ini dilanjutkan karena memang masih perlu diuji, mengingat keputusan mahkamah partai sebenarnya sudah ada sebelum itu. Namun, hanya saja tidak menyidangkan persoalan hasil KLB tersebut. 

"Kalau sudah permintaan KLB dinyatakan tidak sah oleh mahkamah partai, ngapain lagi mahkamah partai mengadili soal hasil, itu kira-kira pendapat kita," ujarnya. 

Baca: BREAKING NEWS: Gugatan Irwandi Yusuf Ditolak, Tiyong Cs Sah sebagai Pengurus DPP PNA

Sebelum mendaftarkan kasasi, lanjut Haspan, pihaknya akan terlebih dahulu membicarakan permasalahan pengujian ini secara internal mereka. 

"Tapi begitupun akan kita uji lagi ke MA, disamping nanti kita diskusikan lagi dengan teman-teman yang lain," ungkap Haspan. 

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Banda Aceh telah memutuskan perkara gugatan Ketua Umum DPP Partai Nanggroe Aceh (PNA) Irwandi Yusuf terhadap DPP PNA versi Kongres Luar Biasa, Samsul Bahri alias Tiyong Cs, Selasa (7/1). 

Persidangan dengan agenda pembacaan putusan ini diketuai Nendi Rusnedi SH bersama dua hakim anggota, yakni Eti Astuti SH dan Mukhtar SH. 

Dalam keputusannya, PN Banda Aceh menolak seluruh gugatan Irwandi Yusuf, dan menerima eksepsi dari para tergugat. 

"Maka gugatan dari tergugat tidak dapat diterima sepenuhnya," kata Ketua Majelis Hakim, Nendi Rusnedi. 

Komentar

Loading...