Unduh Aplikasi

Gugat UU Pemilu, DPRA Usul Rp 600 Juta untuk Bayar Pengacara

Gugat UU Pemilu, DPRA Usul Rp 600 Juta untuk Bayar Pengacara
ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mengusulkan anggaran sebesar Rp 600 juta untuk kebutuhan menjalani proses persidangan dalam gugatan atas UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal ini dibenarkan oleh lintas Fraksi di DPRA. Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Murdani, dia mengatakan  DPRA memang sudah mengusulkan anggaran sebesar Rp 600 juta untuk keperluan pemakaian jasa tiga pengacara yang akan beracara dalam sidang gugatan UU Nomor 7 Tahun 2017 di MK.

Baca: Lintas Fraksi DPRA: Pusat Tidak Pernah Konsultasi dengan DPRA Terkait UU Pemilu

"Betul memang ada Rp 600 juta di APBA perubahan untuk tiga pengacara yaitu Burhanudin, Mukhlis Muktar dan Zaini Djalil," kata Murdani dalam konferensi pers terkait Aceh Menggugat UU pemilu diruang media center DPRA, Senin (2/10).

Kata Murdani, jumlah itu juga telah analisa oleh teman-teman advokat, dan itu akurat, bahkan angka tersebut juga sudah termasuk semuanya sampai kasus ini selesai.

Dirinya menjelaskan, jika nanti dalam gugatan ini sampai ada 20 kali persidangan, maka perjalanan serta penginapan juga sampai 20 kali, ditambah lagi dengan konsumsi, mungkin angka itu tidak seberapa, belum lagi untuk keperluan pledoi dan lainnya, maka sebenarnya tidak besar untuk seorang pengacara.

"Rp 600 juta untuk tiga pengacara saja, dan itu sudah semua operasional termasuk makan minum dan keperluan lainnya," jelasnya.

Murdani juga menyampaikan, bahwa sebelumnya mereka sudah pernah membangun komunikasi dengan pengacara nasional yang ada di Jakarta, namun biaya mereka cukup tinggi sampai miliaran sehingga oleh sebab itu DPRA menggunakan jasa pengacara yang ada di Aceh.

"Sudah kita minta bantu pengacara nasional, tapi biayanya sampai satu miliar lebih," imbuh Murdani.

Sementara itu, lanjutnya, untuk anggota DPRA tidak memakai anggaran tersebut selama proses ini berlangsung, tetapi pihaknya menggunakan uang dari perjalanan dinas yang sudah ada.

IKLAN HPI
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...