Unduh Aplikasi

Gubuk Reot Jadi Tempat Tinggal Janda Tiga Anak di Aceh Jaya

Gubuk Reot Jadi Tempat Tinggal Janda Tiga Anak di Aceh Jaya
Kondisi rumah Rohana (50) janda tiga anak di Darul Hikmah, Aceh Jaya. Foto: AJNN.Net/Suar

ACEH JAYA - Rohana (50), janda anak tiga anak yang tinggal di Desa Gampong Baro L, Kecamatan Darul Hikmah, Kabupaten Aceh Jaya, merupakan salah satu keluarga kurang mampu yang tinggal di rumah tidak layak huni.

Rohana sudah pasrah dan tidak ingin termakan janji-janji palsu lagi. Pasalnya, dari musim kampanye hingga saat ini, sudah sangat banyak yang menebar janji palsu, namun tak pernah ada bukti nyata yang dirasakannya.

"Sudah beberapa tahun lalu diusulkan, namun hingga saat ini belum ada apa-apa, makanya saya pasrah saja dan tidak mau mengusulkan bantuan rumah layak huni lagi," kata Wita Rosnidar (28), ponaan Rohana yang juga masih tetangganya kepada AJNN, Rabu (31/7).

Kondisi rumah Rohana (50) janda tiga anak di Darul Hikmah, Aceh Jaya. Foto: AJNN.Net/Suar

Rohana yang menjadi janda sekitar tiga tahun yang lalu, sudah puluhan tahun tinggal di rumah tidak layak huni itu. Kini ia pasrah dan menikmati serta mensyukuri apa yang sudah dimilikinya sekarang, walaupun masih sangat banyak kekurangan.

"Rumah itu peninggalan almarhum suaminya. Anak pertama sudah hampir dua tahun lalu tamat sekolah SMA, anak kedua tahun ini tamat sekolah SMA, serta anak ketiganya tahun ini masuk SMA," ungkap Wita.

Wita juga mengaku anak pertama dan keduanya sudah terkantung-kantung karena belum memiliki pekerjaan. Sementara, ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, namun tidak punya biaya.

"Anak dia mau lanjutkan pendidikan tidak punya biaya, sementara buk Rohana sendiri juga tidak bekerja apap-apa, jadi mana mungkin bisa menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi, sementara tempat tinggal saja yang lebih membutuhkannya belum mampu direhab," ujarnya.

 Kondisi rumah Rohana (50) janda tiga anak di Darul Hikmah, Aceh Jaya. Foto: AJNN.Net/Suar

Ia menjelaskan kondisi rumah Rohana memang sudah sangat mempriatinkan, rumah yang berukuran kurang lebih 3x4 itu hanya memiliki satu kamar tidur, sementara kondisi atapnya sudah pada bolong serta kayunya yang sudah pada rapuh.

"Saya selaku ponaanya hanya berharap pihak pemkab jangan menutup mata, dan bantuan rumah layak huni harus tepat sasaran, karena jika dilihat dari kondisinya sudah sangat layak mendapat bantuan rumah layak huni," kata Wita Rosnidar.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya berjanji akan membangun rumah layak huni untuk keluarga Rohana.

"Iya benar, tahun ini insyaAllah akan dibangun rumah layak huni untuk keluarga ibu Rohana," kata Wakil Bupati Aceh Jaya Tgk Yusri Sofyan.

Menurutnya, memang rumah yang selama ini ditempati oleh keluarga Rohana sudah tidak layak huni lagi, oleh sebab itu pihaknya akan berupaya membangun baru rumah layak huni ditahun 2019 ini.

"Kami sudah liat lansung tadi, serta Kepala Baitul Mal Aceh Jaya juga sudah menyaksikannya, jadi semoga tidak ada hambatan lain untuk membangun rumah layak huni tahun ini," tambah Tgk Yusri.

Untuk administrasi, Tgk Yusri mengaku sudah lengkap. Seluruhnya sudah diserahkan kepada Baitul Mal, termasuk surat kepemilikan tanah untuk membangun rumah layak huni.

"Tadi sudah kita minta semua administrasi yang diperlukan dan lansung kita serahkan kepihak Baitul Mal dilokasi," ungkapnya.

Selain itu, Tgk Yusri juga meminta pihak dinas terkait untuk mendata kembali berapa jumlah rumah tidak layak huni di Aceh Jaya, sehingga bisa ditargetkan setiap tahunnya berapa jumlah rumah yang bisa dibangun dan yang belum dibangun.

"Apalagi program pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat miskin juga merupakan program unggulan Gerbang Raja Sejati untuk membebaskan Aceh Jaya dari rumah tidak layak dihuni," ungkapnya.

Komentar

Loading...