Unduh Aplikasi

Gubernur Zaini akan undang Jokowi ke Aceh

Gubernur Zaini akan undang Jokowi ke Aceh
Zaini Jokowi
JAKARTA - Pemerintah Aceh yakin kepada Presiden terpilih yaitu Jokowi punya perhatian penuh bagi Aceh. Bahkan Gubernur Aceh Zaini Abdullah akan mengundang Jokowi untuk berkunjung ke Aceh pada peringatan 10 tahun peringatan Tsunami Desember mendatang.

“Beliau punya perhatian khusus untuk Aceh dan berkeinginan datang ke Aceh setelah pelantikan nanti,” ujar Zaini Abdullah.

Zaini bertemu Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/10) siang tadi. Pertemuan sedianya hanya berlangsung 30 menit namun berlangsung sampai 50 menit. Pertemuan berlangsung akrab karena sudah saling kenal dengan dekat sejak Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Menurut Zaini, untuk kebaikan bangsa ini semua hal yang sudah baik harus dilanjutkan. Dalam pembicaraan empat mata diruang kerja Jokowi itu, Gubernur Zaini juga menyampaikan beberapa hal terkait penguatan perdamaian, termasuk beberapa aturan turunan UUPA yang sampai saat ini belum tuntas.

Dokter alumnus Fakultas Kedokteran USU itu berharap Pemerintah baru nantinya memberi perhatian khusus ke Aceh. Dikatakan Zaini, kelanggengan perdamaian adalah hal utama karena perdamaian memberi dampak positif bagi Aceh dan Indonesia pada umumnya.

Jokowi mengatakan, bersama Wapres Jusuf Kalla, ia berkomitmen untuk menjaga semua potensi bangsa termasuk perdamaian Aceh.

“Jokowi sangat respek dengan Aceh. Kita akan mengundang beliau ke Aceh bila ada kesempatan, barangkali pada saat puncak 10 tahun Tsunami Aceh,” kata Gubernur.

Zaini Abdullah yang juga sebagai Ketua Timses Pasangan Jokowi JK di Aceh menginginkan agar apapun perkembangan politik di Jakarta jangan sampai merusak tatanan kehidupan berbangsa. “Kami membicarakan banyak hak terkait perkembangan bangsa kedepan, termasuk perkembangan politik terbaru,” kata Gubernur usai pertemuan.

“Kami sepaham bahwa semua pihak harus mengutamakan kepentingan bangsa daripada kepentingan golongan atau kelompok. Gonjang ganjing politik yang merusak stabilitas akan mengganggu ekonomi karena pelaku ekonomi akan takut menjalankan usaha dan menanam modal di Indonesia,” pungkas Zaini Abdullah.

SP

Komentar

Loading...