Unduh Aplikasi

Gubernur: Sukseskan program penanaman pohon satu miliar satu tahun

Gubernur: Sukseskan program penanaman pohon satu miliar satu tahun
Tanam pohon
BANDA ACEH – Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah melakukan penanaman secara simbolik pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional tahun 2014. Kegiatan yang turut dihadiri oleh perwakilan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkorpimda) itu dilaksanakan di Taman Hutan Raya (Tahura) Pocut Meurah Intan, Saree, Aceh Besar, Sabtu (6/12).

Dalam kesempatan tersebut gubernur menjelaskan bahwa Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) merupakan agenda lingkungan hidup yang ditetapkan secara nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2008.

“Melalui kegiatan ini, Pemerintah menargetkan adanya gerakan penanaman satu milyar pohon setiap tahun di seluruh Indonesia. Kita tentu saja berharap agar masyarakat Aceh turut memberi kontribusi untuk mensukseskan program ini.”

Gubernur menambahkan Kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional diselenggarakan karena keprihatinan atas pengrusakan hutan yang semakin tidak terkendali.

Padahal semua orang tahu, bahwa fungsi hutan bagi ekosistem sangat penting. Hutan tidak hanya sebagai sumber penghasil kayu, kebutuhan pangan, atau untuk menjaga ketersedian air dan energi, tapi juga tempat konservasi keanekaragaman hayati dan sumber kehidupan bagi makluk hidup.

“Sayangnya, kasus pengrusakan hutan terus terjadi dan meningkat setiap tahunnya. Data Kementerian Kehutanan menyebutkan, tingkat kerusakan hutan di Indonesi mencapai 0,5 sampai 1 juta hektar per tahun. Tingkat deforestasi itu berdampak pada pengurangan emisi carbon sebesar 489 juta,” terang Zaini.

Laju deforestasi terbesar, lanjut Zaini, disumbang oleh kegiatan industri, terutama industri kayu. Sedangkan penyebab terbesar kedua adalah akibat dari alih fungsi hutan menjadi perkebunan.

Gubernur menambahkan, kondisi hutan Aceh juga tidak kalah memilukan. Laju kerusakannya mencapai hampir 23 ribu hektar per tahun. Kebijakan moratorium Logging yang dicanangkan sejak 2007 ternyata tidak cukup ampuh menahan gempuran kapitalis yang ingin menangguk keuntungan dari hutan Aceh.

“Karena itu dibutuhkan aksi riil untuk menjaga ekosistem hutan Aceh, apalagi Aceh merupakan salah satu andalan untuk program perubahan iklim dunia. Itu sebabnya, kebijakan Presiden tentang Hari Menanam Pohon dan Bulan Menanam Nasional wajib kita dukung bersama. Untuk itu, seluruh rakyat Aceh saya minta berpartisipasi menanam pohon di berbagai tempat , baik itu di pekarangan rumah, di kebun, di hutan, atau di mana saja, sehingga target satu miliar pohon setiap tahun bisa kita capai,” ajak Gubernur.

Zaini menjelaskan, tujuan dari kegiatan menanam Satu Milyar Pohon ini adalah untuk merehabilitasi hutan dan lahan yang terdegradasi guna mengembalikan fungsi hutan dan lahan, menambah tutupan lahan dan mencegah terjadinya bencana banjir dan longsor, konservasi keanekaragaman hayati (biodeversity-red), penyerapan karbon di atmosfir untuk pencegahan dampak perubahan iklim dan mendukung pembangunan ketahanan pangan, energi, dan ketersediaan air untuk kesejahteraan masyarakat.

“Mengingat misi ini merupakan kerja besar dan sangat bermanfaat bagi masyarakat luas, maka saya harapkan semua elemen masyarakat, baik itu instansi terkait, akademisi, TNI, POLRI, para pelajar dan pihak swasta, agar bersama-sama terlibat aktif dalam gerakan penanaman satu miliar pohon ini.”

Gubernur juga meminta kalangan perguruan tinggi dapat berkontribusi. Gubernur juga meminta agar Kepala Dinas Kehutanan dan jajarannya dapat menyediakan bibit gratis dan melakukan langkah-langkah pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat di sekitar hutan.

“Langkah tersebut penting dalam rangka menghentikan kegiatan-kegiatan ekonomi masyarakat yang selama ini cenderung merusak dan menguras hasil hutan. Kita harus mampu mencarikan sumber-sumber ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan yang sifatnya ramah bagi lingkungan, baik dalam bentuk hasil hutan non kayu, maupun pengembangan, hutan tanaman rakyat dan kebun rakyat.

Saat ini Pemerintah Aceh berencana untuk menerapkan teknologi yang dapat mengolah limbah kayu menjadi produk pengganti kayu. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya untuk menyelamatkan hutan Aceh sebagai paru-paru dunia.
Terkait upaya melindungi hutan Aceh, Gubernur telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 20 Tahun 2013 tentang Pembentukan tujuh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang merupakan UPTD Dinas Kehutanan untuk mengelola hutan langsung di tingkat tapak.

Enam diantara KPH tersebut berbasis di Daerah Aliran Sungai (DAS) dan satu lagi berada di Taman Hutan Raya. “Nantinya semua KPH itu akan membangun kerjasama dengan masyarakat lokal sehingga secara maksimal kita dapat mengelola hutan sesuai dengan fungsinya,” terang Zaini.

Gubernur juga menjelaskan, sengaja memilih Tahura Pocut Meurah Intan, Saree, sebagai lokasi peringatan Hari Menanam Pohon tahun ini. Gubernur berharap lokasi ini bisa menjadi salah satu lokasi andalan untuk proyek pelestarian hutan Aceh.

“Karena itu, saya meminta Dinas Kehutanan dan Pemerintah Kabupaten Aceh besar bekerjasama menanam pohon buah berkayu tinggi di lahan tahura yang masih kosong. Saya setujui kalau lahan kosong ini dikelola masyarakat lokal dalam bentuk hak kelola, sehingga buahnya bisa dimanfaatkan.”

Masing-masing keluarga nantinya akan diberi hak mengelola 3 hakter lahan, dengan catatan, lahan tersebut harus dirawat dan dijaga dengan baik. Gubernur juga memperingatkan agar pihak yang mendapatkan hak kelola bukanlah aparatur pemerintah dan bukan pula orang kaya.

“Diutamakan masyarakat miskin yang tinggal di sekitar wilayah ini. Untuk itu, Kepala Dinas Kehutanan saya minta bekerja cepat mensosialisasikan program ini, sehingga dalam 2,5 tahun ke depan semua lahan kosong sudah tertanam dan tidak lama setelah itu, masyarakat sudah bisa menikmati hasilnya.”

Pada kesempatan tersebut, Gubernur bersama Bupati Aceh Besar serta unsur Forkorpimda juga melakukan penanaman pohon secara simbolik. Penanaman tersebut merupakan tindak lanjut dari program serupa yang telah dikampanyekan Pemerintah Aceh tahun lalu.

“Saya berharap seluruh elemen masyarakat Aceh dapat aktif dan bersama-sama menanam pohon di lokasi-lokasi yang kosong, sehingga target satu milyar pohon satu tahun di seluruh Indonesia, dapat tercapai,” pungkas Zaini Abdullah

SP

Komentar

Loading...