Unduh Aplikasi

Gubernur Aceh: Perawat Berperan Penting Dalam Pelayanan Kesehatan

Gubernur Aceh: Perawat Berperan Penting Dalam Pelayanan Kesehatan
Gubernur aceh antara, Foto : Antara
BANDA ACEH - Dalam sistem pelayanan kesehatan di semua negara, perawat memiliki peranan penting dalam penanganan pasien. Perawat harus menjaga, mengawasi serta memantau kesehatan pasien selama 24 jam penuh. Itu sebabnya kebutuhan tenaga keperawatan jauh lebih besar ketimbang tenaga dokter.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, dalam sambutan singkatnya yang dibacakan oleh Asisten II Setda Aceh, Azhari SE MSi, saat membuka Musyawarah ke-5 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) wilayah Aceh, yang dirangkai dengan Seminar Nasional Tentang Keperawatan, yang dipusatkan di Aula Poltekkes Aceh, (Sabtu, 31/10/2015).

"Semoga saja forum ini mampu melahirkan ide-ide bagi penguatan profesi keperawatan di Aceh sehingga para perawat kita dapat berperan lebih optimal dalam memperkuat program-program kesehatan di Bumi Serambi Mekah ini," ujar Gubernur.

Untuk diketahui bersama, saat ini jumlah perawat di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 500 ribu orang. Jumlah ini sama dengan 60 persen dari total tenaga Kesehatan yang ada. Tak hanya di kota besar, tenaga perawat juga ada di daerah terpencil, perbatasan, daerah tertinggal, dan pulau-pulau terluar.

"Begitu pentingnya peran perawat dalam dunia kesehatan, sehingga di negara-negara maju, profesi perawat dianggap sama pentingnya dengan dokter. Jenjang pendidikan dan karir perawat juga tidak kalah dengan dokter. Perawat bisa terlibat dalam berbagai pengembangan keilmuan, termasuk meneruskan pendidikannya hingga ke jenjang doktoral atau S-3," terang pria yang akrab disapa Doto Zaini itu.

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara itu menambahkan, saat ini sejumlah universitas di Indonesia sudah banyak membuka Fakultas Keperawatan yang setingkat dengan S-1. Berbagai riset di bidang keperawatan juga semakin berkembang. Hal ini berimbas pada semakin meningkatnya peran perawat.

Pada tanggal 17 Oktober 2014, telah lahir Undang-Undang Nomor 38 tahun 2014 tentang Keperawatan sebagai dasar hukum bagi praktik keperawatan di Indonesia. Dengan hadirnya Undang-Undang ini, maka para perawat telah mendapatkan jaminan, antara lain dalam hal peningkatan mutu Perawat, peningkatan mutu pelayanan keperawatan; perlindungan dan kepastian hukum serta peningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

"Di Aceh sendiri, peran perawat sangat penting mengingat jumlah pasien yang ditangani dari tahun ke tahun terus bertambah. Kehadiran program Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh (JKRA) membuat masyarakat menuntut adanya pelayanan kesehatan yang lebih baik. Di RSU Zainoel Abidin saja, ada kurang lebih 1000 pasien setiap harinya yang antri mendapatkan pelayananan kesehatan. Setiap pasien punya masalah berbeda-beda yang tentu saja membutuhkan pelayanan yang berbeda pula," terang Gubernur.

Doto menjelaskan, al ini tentu melahirkan tantangan tersendiri bagi para perawat. Oleh karenanya, sudah sepantasnya perawat di Aceh perlu mendapat perhatian khusus dalam berbagai hal, termasuk dalam hal peningkatan kapasitas, pengaturan soal jam kerja, dan sebagainya. PPNI Aceh sebagai wadah bagi perawat di daerah ini diharapkan bisa menjadi motor dan fasilitator bagi upaya melindungi kerja-kerja keperawatan itu.

"Oleh sebab itu wadah PPNI sudah sepantasnya diperkuat sehingga perannya sebagai pendorong bagi terlaksananya Undang-Undang Keperawatan, berjalan lebih optimal." ujar Zaini Abdullah

|SP

Komentar

Loading...