Unduh Aplikasi

GSI Aceh Kecam Tindakan Kepolisian

GSI Aceh Kecam Tindakan Kepolisian
Ahmad Dhani, musisi, ditangkap karena kerap mengkritik Joko Widodo. Foto: Warta Kota

BANDA ACEH - Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) Aceh mengecam penangkapan 10 tokoh Jumat lalu oleh Kepolisian Republik Indonesia. Polisi menjerat mereka dengan tuduhan makar, pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Eletronik serta penghinaan presiden.

Mereka yang ditangkap adalah Sri Bintang Pamungkas, Ratna Sarumpaet, Rachmawati Soekarnoputro, Ahmad Dhani, Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen dan sejumlah tokoh lainnya.

Baca: Negara Pengecut

Aksi penangkapan ini adalah wujud arogansi dan kesewenang-wenangan Kepala Polda Metro Jaya. GSI juga menilai tindakan ini sebagai aksi bar-bar di tengah era reformasi.

“Mereka membungkam pengkritik Presiden Joko Widodo. Penangkapan para aktivis ini mengingatkan kita sejarah kelam G30S/PKI yang menjemput paksa tujuh jenderal,” kata Hayatullah Khumaini, Koordinator GSI Aceh, dalam rilis yang diterima AJNN, Sabtu (3/12).

GSI juga mempertanyakan dasar hukum dan bukti tuduhan makar yang digunakan untuk menjerat para tokoh tersebut. Harusnya polisi memahami bahwa tidak mudah menuduh orang dengan pasal makar atau penghinaan terhadap kepala negara.

Bila ini terus dipraktikkan oleh Polri, kata Hayatullah, maka Indonesia kembali ke masa pemerintahan Orde Baru. “Ini mirip dengan Orba, tapi versi terbaru.”

Hayatullah mengatakan bahwa protes bertubi-tubi ke Presiden Joko akibat negara mengabaikan proses hukum dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Gubernur DKI Jakarta.

Tindakan Polri, melalui Polda Metro Jaya, ini dapat menimbulkan kegaduhan politik baru. Polri seharusnya peka terhadap persoalan pokok yang menjadi polemik di masyarakat, bukan malah menangkap tokoh nasional yang peduli pada keutuhan NKRI, UUD 1945 dan Pancasila.

“Kami meminta Kapolri untuk mencopot Kapolda Metro Jaya yang bertindak semena-mena. Dan meminta Kapolri segara membebaskan 10 tokoh nasional tersebut,” kata Hayatullah.

Komentar

Loading...