Unduh Aplikasi

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN DAN PERKUATAN STRUKTUR

Grider Jembatan Gigieng Pidie Tak Mampu Menahan Beban

Grider Jembatan Gigieng Pidie Tak Mampu Menahan Beban
Kondisi jembatan rangka baja di Gapong Gigieng, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie melengkung. Foto: AJNN/Salman

PIDIE - Laboratorium Forensik Struktur Bangunan Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala mengeluarkan hasil pemeriksaan dan perkuatan struktur jembatan Gigieng kabupaten Pidie pada November 2019 lalu. Pemeriksaan terhadap jembatan Gigieng dilakukan atas permintaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pidie melalui surat nomor 630/2084 tanggal 30 Oktober 2019.

Baca: Baru Dibangun Sudah Melengkung, Ini Pelaksana Proyek Jembatan Rangka Baja di Pidie

Berdasarkan hasil pengukuran lapangan, data mutu baja dan analisis yang dilakukan, Tim Laboratorium Forensik Struktur Bangunan Fakultas Teknik menyimpulkan bahwa girder yang digunakan pada Jembatan Gigieng tidak mampu menahan beban yang bekerja, termasuk tidak mampu menahan beban mati. Dengan ukuran girder yang dipasang, maka akan terjadi lendutan yang besar akibat beban mati dan terjadi overstress pada girdernya sendiri.

Baca: Rangka Baja Melengkung, Pembangunan Jembatan Gigieng Dihentikan

Kemudian berdasarkan hasil pengecekan terhadap tekuk lokal (local buckling) sayap atas dan badan girder,pengecekan terhadap fatigue, pengecekan terhadap compactness penampang, pengecekan panjang girder yang tidak dibracing lateral, pengecekan terhadap geser menunjukkan bahwa girder tersebut memenuhi syarat-syarat yang ditentukan untuk hal-hal tersebut.

Tim Laboratorium Forensik Struktur Bangunan Fakultas Teknik Unsyiah, menilai perlu dilakukan perkuatan girder dengan cara memberi tambahan penampang berbentuk I yang dilengketkan ke bagian sayap girder eksisting sepanjang 30 m simetris terhadap centerline bentang girder. Ukuran pelat sayap atas dan sayap bawah girder tambahan adalah 260 mm x 20 mm. Ukuran pelat badan girder tambahan adalah 12,65 mm x 800 mm. Hubungan antara girder lama dan girder baru boleh menggunakan sambungan las atau menggunakan sambungan baut.

Girder tambahan harus dibuat dari baja dengan mutu sekurang-kurangnya SM490 dengan tegangan luluh (Fy) = 363 MPa. Pengaku vertical harus dipasang pada pelat badan girder tambahan pada posisi yang sama dengan girder eksisting dan pada ujung-ujung girder tambahan. Lateral bracing harus diberikan pada pelat sayap bawah girder tambahan dengan menggunakan profil siku 70.70.6 dengan posisi yang sama seperti pada girder eksisting.

Menurut Tim itu, penanganan yang paling mudah dan paling baik adalah dengan cara membongkar seluruh beton pelat lantai terlebih dahulu untuk merelease tegangan pada girder eksisting. Bondek dan besi tulangan tidak perlu dibongkar. Selanjutnya penambahan girder dipasang sesuai dengan rencana dan girder distel kembali sehingga mempunyai chamber sebesar 200 mm.

Baca: Kejati Aceh Terbitkan Surat Perintah Penyelidikan Proyek Jembatan Rangka Baja di Pidie

Kemudian semua baut dikencangkan kembali sehingga memenuhi syarat kekencangan baut. Baru setelah semua proses ini selesai, dilakukan pengecoran pelat lantai kembali. Pengaspalan baru bisa dilakukan setelah umur beton pelat lantai mencapai 28 hari.

HUT Pijay

Komentar

Loading...