Unduh Aplikasi

INTERMESO

Geureutee

Geureutee
Ilustrasi: unsplash

MEREKA yang selalu melintasi jalan berliku saat hendak menuju Banda Aceh, dari Aceh Jaya, atau sebaliknya, tentu sangat mafhum tantangan yang mereka hadapi. Tantangan itu bernama Geureutee.

Untuk sampai ke Banda Aceh, demikian juga sebaliknya, mereka harus melintasi Gunung Geureutee. Ada juga gunung lain, seperti Paro, namun lintasannya tak sedahsyat Geureutee yang legendaris.

Di sini, satu kompi tentara Indonesia pernah dihadang oleh tentara Gerakan Aceh Merdeka. Peluru meluncur lebih cepat ke arah tentara Indonesia yang melintas jalan itu.

Tentara GAM, yang memanfaatkan hutan sebagai sarana bergerilya, menyiram kendaraan yang dilapisi baja. Untuk membalas, amatlah sulit. Yang dapat dilakukan hanya bertahan sambil perlahan meninggalkan lokasi “angker” tersebut.

Dan kini, setelah bertahun-tahun lamanya, Puncak Geureutee masih menyisakan tantangan. Bebatuan di tebing gunung itu kerap “menyiramkan” batu ke jalanan saat hujan lebat turun.

Para pelintas harus ekstra hati-hati. Jika tak awas, bukan tak mungkin kendaraan mereka akan meluncur ke jurang yang berbatasan dengan Samudera Hindia itu.

Sempat muncul ide dari bekas Gubernur Aceh Zaini Abdullah untuk membuat terowongan menembus jantung Geureutee. Namun sayang, niat ini keburu batal karena dia kalah dalam pemilihan kepala daerah.

Dengan terowongan ini, jarak tempuh dari Aceh Besar ke Aceh Jaya, akan lebih cepat. Para pelintas pun dapat menempuh perjalanan yang relatif lebih aman karena tak ada lagi batu-batu dan batang pohon yang mengancam. Sapi-sapi pun dapat dipastikan tidak mau masuk ke dalam terowongan itu.

Hal-hal seperti ini memang wajar terjadi di negeri ini. Setiap pergantian rezim, maka peninggalan lama harus dihentikan, tak peduli sebagus apa ide itu. Ini semua terjadi, entah karena “kekerdilan” cara berpikir rezim baru, atau karena sang penerus memiliki ide lebih baik.

Namun yang jelas, para pelintas, dari rezim ke rezim pemerintahan, tetap merasa terancam. Tak peduli apakah mereka memilih kandidat A atau menyoblos kandidat B. Mereka pun siap melahap janji lain, saat musim kampanye tiba.

Komentar

Loading...