Unduh Aplikasi

Gerhana Matahari Parsial Hanya Terlihat 12 Persen di Langit Lhokseumawe

Gerhana Matahari Parsial Hanya Terlihat 12 Persen di Langit Lhokseumawe
Pengamatan Gerhana Matahari. Foto:AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE – Mahasiswa Ilmu Falaq IAIN Malikussaleh Lhokseumawe melakukan pengamatan gerhana matahari parsial di lantai tiga gedung Laboratorium center kampus setempat.

Dalam pengamatan tersebut, pihaknya menggunakan tiga unit teleskop yang tesedia di perguruan tinggi itu. Akan tetapi, bedanya pengamatan kali ini tidak dibuka untuk umum guna memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

Dosen Ilmu Falak, Jurusan Astronomi Islam Fakultas Syariah, IAIN Malikussaleh, Tgk Ismail, mengatakan, hari ini terjadi gerhana matahari cincin, namun di Aceh hanya bisa dilihat sebagian (Parsial) atau piringannya hanya menutupi sebagian.

“Khususnya di Kota Lhokseumawe, hanya dapat bagian 12 persen saja piringan matahari ditutupi oleh piringan bulan,” katanya kepada AJNN, disela-sela pengamatan, Minggu (21/6).

Dikatakan Tgk Ismail, gerhana matahari itu mulai terjadi sekitar pukul 13.36 WIB hingga 14.46 WIB. Jadi untuk terlpeas piringan bulan dan matahari membutuhkan durasi waktu lebih kurang dua jam.

“Untuk pengamatan kali ini kami tidak membuka untuk umum dan hanya disaksikan oleh panitia saja, hal itu dilakukan untuk mencegah perkupulan dan memutuskan mata rantai Covid-19 di Lhokseumawe,” ungkapnya.

Tgk Ismail menambahkan, pihaknya hanya menyediakan siaran langsung atau streaming untuk diamati oleh masyarakat Aceh pada umumnya.

“Untuk wilayah Aceh, gerhana matahari hari ini terakhir terjadi di tahun 2020. Sementara gerhana bulan juga terjadi sekali lagi, namun juga tidak bisa dilihat di langit Aceh,” imbuhnya.

Komentar

Loading...