Unduh Aplikasi

GeRAK: Proyek Rekonstruksi Jembatan Gantung Cot Punti Diduga Asal Jadi

GeRAK: Proyek Rekonstruksi Jembatan Gantung Cot Punti Diduga Asal Jadi
Abutment jembatan dibangun tidak tuntas di Desa Cot Punti, Kecamatan Woyla Timur, Aceh Barat. Foto: Ist

ACEH BARAT - Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat menyorot proyek pembangunan rekonstruksi Jembatan Gantung Cot Punti, Kecamatan Woyla Timur, Aceh Barat. Proyek tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten Tahun 2017 di bawah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dengan volume 140 meter panjangnya dengan pagu anggaran Rp 2,7 miliar. 

Koordinator GeRAK Aceh Barat Edy Sahputra mengaku prihatin dengan proyek jembatan tersebut. Pasalnya jembatan yang sudah selesai dibangun itu malah mengancam keselamatan warga. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Adam Raga Mandiri. 

“Ini pembangunan asal jadi, aparat hukum harus turun tangan, kalau begini proyek dikerjakan, warga yang akan menjadi korban,” kata Edy Sahputra kepada AJNN, Sabtu (29/9).

Abutment jembatan dibangun tidak tuntas di Desa Cot Punti, Kecamatan Woyla Timur, Aceh Barat. Foto: Ist

Edy mengungkapkan kondisi tersebut dipicu tidak sempurnanya pembangunan abutment, atau bangunan bawah di kedua ujung pilar–pilar jembatan dengan panjang 140 meter dan lebar 120 meter tersebut. Tumpukan karung disusun dibagian abutment, menjadi alas yang digunakan warga agar dapat naik ke jembatan yang menghubungkan Gampong Cot Punti dan Gampong Panton di Kecamatan Woyla tersebut.

Pengumuman pemenang proyek pembangunan rekonstruksi Jembatan Gantung Cot Punti, Kecamatan Woyla Timur, Aceh Barat

“Untuk memudahkan warga naik atau menuju ke jembatan, dibagian atas tumpukan karung, warga mengecor sendiri tumpukan karung tersebut agar mudah dilalui dengan kendaraan, dan menggunakan swadaya uang dari desa,” ungkapnya.

Bahkan, kata Edy, informasi dari warga setempat, sudah ada dua sepeda motor yang jatuh dan rusak parah, akibat tanjakan menuju keatas jembatan terlalu tinggi menanjak.

“Bahkan ada warga Pasi Birah mengalami patah kaki karena terjatuh kebawah saat naik melewati karung tersebut,” ujarnya.

Abutment jembatan dibangun tidak tuntas di Desa Cot Punti, Kecamatan Woyla Timur, Aceh Barat. Foto: Ist

Untuk itu, ia meminta DPRK Aceh Barat selaku lembaga yang berfungsi menjalankan pengawasan, untuk melakukan pemeriksaan terhadap pembangunan Jembatan Gantung Cot Punti.

“Aparat hukum jangan tinggal diam, kami minta harus segera melakukan pengusutan terhadap proyek jembatan tersebut,” katanya.

Komentar

Loading...