Unduh Aplikasi

GeRAK Pertanyakan Penyidikan Kasus Korupsi Keramba Jaring Apung di Sabang

GeRAK Pertanyakan Penyidikan Kasus Korupsi Keramba Jaring Apung di Sabang
Tim khusus Kejati Aceh menyita barang bukti Keramba Jaring Apung atas dugaan korupsi. Foto: AJNN/Tommy

BANDA ACEH - Lembaga Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh mempertanyakan kelanjutan penangganan penyidikan dugaan korupsi Keramba Jaring Apung (KJA) di Sabang yang ditangani Kejaksaan Tinggi Aceh. 

Koordinator GeRAK Aceh Askhalani menilai penangganan kasus korupsi proyek pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI dengan pagu Rp50 miliar itu lamban. 

"Sudah setahun proses penangganan kasus dugaan korupsi tersebut, namun hingga saat ini tidak ada kabar beritanya," kata Askhalani, Kamis (5/11).

Oleh karena itu, GeRAK Aceh mendesak Kejaksaan Tinggi Aceh menjelaskan proses dan progres penangganannya kasus korupsi sumber anggaran APBN 2017 itu. 

"Penyidik harus menyampaikan ke publik terkait progres penangganan kasus itu agar tidak muncul asumsi-asumsi negatif terhadap penanganan perkara yang diketahui sebelumnya sudah ada tersangka," sebut Askhalani. 

Menurut Askhalani, kasus dugaan korupsi KJA di Sabang adalah perkara khusus serta mendapat atensi yang sangat tinggi dari publik. Untuk itu, harus disampaikan apa faktor kendala yang menyebabkan perkara tersebut tidak kunjung ditingkatkan. 

Baca: Kajati Aceh Janji Tuntaskan Kasus Korupsi Keramba Jaring Apung di Sabang

"Jika kendalanya pada audit perhitungan kerugian negara yang lambat, maka lembaga auditor yang menangani perkara tersebut juga harus menyampaikan ke publik apa yang jadi hambatannya," ungkap Askhalani. 

Diberitakan sebelumnya, proyek pengadaan keramba jaring apung di Sabang dengan pagu anggaran APBN sebesar Rp 50 miliar itu, dimenangkan PT Perikanan Nusantara (Perinus) dengan nilai kontrak Rp45,5 miliar.

Hasil temuan penyidik Kejati Aceh, pekerjaan proyek tidak sesuai spesifikasi dan terdapat indikasi kelebihan bayar. Total yang dibayarkan sebesar Rp40,8 miliar lebih dari nilai kontrak. Sedangkan pekerjaannya belum selesai 100 persen. 

Dalam kasus tersebut bekas Direktur Utama (Dirut) PT Perikanan Nusantara, Dendi Anggi Gumilang telah ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik juga menyita uang tunai Rp 36,2 miliar serta delapan keramba beserta jaring, satu unit tongkang pakan ikan, satu unit kapal dan beberapa barang bukti lainya.

Komentar

Loading...