Unduh Aplikasi

GeRAK Pertanyakan Penanganan Kasus Jembatan Rangka Baja di Pidie

GeRAK Pertanyakan Penanganan Kasus Jembatan Rangka Baja di Pidie
Kondisi jembatan rangka baja di Gapong Gigieng, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie melengkung. Foto: AJNN.Net/Salman

PIDIE - Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh mempertanyakan tindaklanjut penanganan proyek pembangunan jembatan rangka baja di Gampong Gigieng, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, yang telah menghabiskan uang negera hingga miliaran rupiah. Saat ini kondisi jembatan tersebut mengalami lendutan.

Pada Februari 2020, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh mulai melakukan penyelidikan, beberapa pihak dari dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh dan PUPR kabupaten setempat sudah dimintai keterangan pengerjaan jembatan rangka baja di Simpang Tiga yang mulai dibangun sejak tahun 2017, 2018 dan 2019.

"Kejati harus menyampaikan sejauh mana penyelidikan kasus itu ke publik, " kata Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani kepada AJNN, Sabtu (20/6).

Baca: Kejati Aceh Selidiki Proyek Jembatan Rangka Baja di Pidie

Kata Askhalani, ini merupakan tugas bagi Muhammad Yusuf, yang baru menjabat sebagai Kepala Kejakasan Tinggi (Kajati) Aceh untuk mengusut tuntas proyek jembatan rangka baja di Kabupaten Pidie.

"Kami meminta Kajati Aceh yang baru dapat menuntaskan penanganan proyek jembatan rangka baja di Pidie yang telah menguras uang negara miliaran rupiah, namun kondisinya tidak sesuai yang diharapkan," kata Askhalani.

Diketahui, jembatan yang berada berdekatan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kuala Gigieng dibangun secara bertahap. Pada tahun 2017 dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruangan (PUPR) Pidie dengan item pengerjaan pembangunan dua abudmen dengan anggaran Rp 1,4 miliar.

Sementara tahap II dibangun pada tahun 2018 oleh pihak Provinsi Aceh dengan anggaran Rp 1,8 miliar untuk pengerjaan pemasangan rangka baja. Kemudian tahap III tahun 2019 dibangun Dinas PUPR Pidie dengan anggaran Rp 1,4 miliar untuk pengerjaan pembangunan oprit, pengecoran dan pengaspalan.

Komentar

Loading...