Unduh Aplikasi

GeRAK Minta Polisi Usut "Orang Kuat" Dibalik Tambang Emas Ilegal di Aceh Barat

GeRAK Minta Polisi Usut "Orang Kuat" Dibalik Tambang Emas Ilegal di Aceh Barat
Alat berat yang diduga pelaku ilegal mining di kawasan kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat. Foto: Dokumen GeRAK/AJNN.

ACEH BARAT - Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat, Edy Syahputra memberikan apresiasi terhadap Polres Aceh Barat yang kembali melakukan penggerebekan tambang emas ilegal di Kecamatan Pante Ceureumen. 

Dalam operasi yang berlangsung pada hari Kamis, 21 Januari 2021 tersebut turut diamankan satu unit alat berat jenis excavator. 

"Oleh sebab itu, kami mendesak pihak Polres Aceh Barat untuk segera mempublikasikan data pemilik alat berat dan juga tauke atas kegiatan illegal mining tersebut, harapan kami, sasarannya tidak hanya para pekerja tambang ilegal," ujar Edy Syahputra kepada AJNN, Jum'at (22/1/2021) di Meulaboh.

GeRAK Aceh Barat juga menantang pihak Polres Aceh Barat untuk mempublikasikan siapa saja yang terlibat dalam kegiatan jual beli minyak yang dipergunakan untuk kebutuhan kerja alat berat tersebut.

Baca: Polres Aceh Barat Gerebek Tambang Emas Ilegal

"Jadi, prosesnya jangan hanya setengah-setengah. Jangan cuma pekerja saja yang terkena hukuman," ujar Edy.

GeRAK juga menyakini, bahwa ada aktor atau orang yang punya pengaruh kuat dalam lingkaran kegiatan tambang illegal yang sudah bertahun-tahun, terus berjalan dan bisa dengan mudahnya beraktifitas. 

"Padahal sebagaimana diketahui, bahwa daerah kawasan hutan Panteu Ceureumen adalah masuk dalam hutan lindung," ujarnya 

Bekas galian tambang emas ilegal di Desa Tanoeh Mierah. Foto: Dokumen GeRAK/AJNN.

Berdasarkan data dan dokumentasi GeRAK, lokasi penangkapan tambang illegal di kawasan Panteu Ceureumen sudah terjadi lebih dari dua kali. Namun anehnya, jarak antara pos pihak keamanan dengan kawasan Panteu Ceureumen tidak begitu jauh.

"Bagaimana mungkin hal ini? Para pelaku Ilegal Mining ini sangat leluasa menaikan dan menurunkan alat berat jenis escavator dan juga berton-ton minyak ke lokasi hutan lindung tersebut. Atas hal ini, kami mendesak pihak Kapolda Aceh untuk melakukan monitoring dan melakukan evaluasi terhadap jajarannya," ujar Edy. 

Solusi Konkrit

Selain itu, GeRAK juga mendorong pemerintah di tingkat provinsi dan daerah baik Eksekutif dan juga Legislatif tidak hanya diam dan kemudian bereaksi paska kejadian penangkapan tapi tidak mendorong solusi atas kegiatan tambang illegal yang marak tersebut. 

"Padahal sebagaimana diketahui, bahwa hal ini bisa dilakukan pembinaan secara utuh, atau kemudian menghadirkan tambang rakyat sebagaimana telah diatur dalam undang-undang Minerba Nomor 3 Tahun 2020," ujar Edy.

"Kami menunggu sikap dari Eksekutif dan Legislatif guna menghadirkan tambang rakyat yang menurut hemat kami adalah kebutuhan adalah sangat mendesak," ujarnya menambahkan.

Satu alat berat yang diduga digunakan untuk aktivitas ilegal mining berada di dalam aliran Sungai, Lokasi Desa Gleung, Kecamatan Sungai Mas. Foto: Dokumen GeRAK/AJNN.

Tambang rakyat ini menurut Edy bertujuan untuk meminalisir kegiatan tambang illegal dan juga menghindarkan warga yang terancam dengan hukuman penjara dan denda. 

Efek lainnya dari tambang rakyat ini adalah menghindarkan kerusakan lingkungan dan juga mencegah terjadinya kebocoran anggaran (pendapatan negara) di sektor tambang. 
    
"Kami berpikir, bahwa selain operasi penegakan hukum atau penertiban terhadap kegiatan illegal mining tersebut juga harus ada proses pendidikan terhadap mereka para pelaku tambang illegal. Caranya adalah, proses sosialisasi secara terus menerus di lokasi yang diyakini banyak memunculkan deposit cadangan mineral emas," pungkas Edy.

Sebelumnya, Bupati Aceh Barat, Ramli MS juga telah meminta kepada aparat penegak hukum di Aceh Barat agar segera menghentikan aktivitas tambang liar dan ilegal yang beroperasi di kabupaten setempat.

Politisi Partai Aceh itu angkat bicara karena melihat maraknya aktivitas tambang emas illegal di Aceh Barat. Ia ingin dampak kerusakan lingkungan sangat tinggi akibat tambang ilegal.

Baca: Bupati Aceh Barat Minta Polisi Tertibkan Tambang Ilegal

Menurutnya aparat penegak hukum harus segera mengambil langkah untuk menghentikan aktivitas illegal mining tersebut, karena dinilai sangat meresahkan.

“Saya meminta aparat penegak hukum di Aceh, agar segera menghentikan aktivitas tambang emas ilegal yang ada di Aceh Barat, aktivitas ilegal ini sudah sangat meresahkan dan merusak kelestarian lingkungan,” kata Ramli MS, kepada wartawan.

Ia mensinyalir lokasi yang selama ini kerap terjadinya aktivitas tambang illegal terjadi di Kecamatan Sungai Mas, Panton Reue, dan Kecamatan Pante Ceureumen. Berdasarkan laporan yang diterimanya, ada seratusan alat berat berupa excavator atau beko yang beroperasi di beberapa lokasi tersebut.

Komentar

Loading...