Unduh Aplikasi

GeRAK Minta Polda Aceh Ambil Alih Kasus Anggota KPK Gadungan di Bener Meriah

GeRAK Minta Polda Aceh Ambil Alih Kasus Anggota KPK Gadungan di Bener Meriah
Pria yang mengaku anggota KPK. Foto: For AJNN

BANDA ACEH - Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) meminta Kepolisian Daerah (Polda) Aceh mengambil alih kasus anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gadungan yang telah dilaporkan ke Polres Bener Meriah 27 Januari lalu.

Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani mengatakan, kasus dugaan penipuan dengan mengaku anggota KPK yang bertugas di wilayah Bener Meriah itu perlu ditangani Polda Aceh, mengingat pasca dilaporkan belum diketahui sejauh mana sudah perkembangannya.

"Sampai saat ini tidak diketahui perkembangan laporan tersebut. Padahal dia melakukan dugaan pidana karena mengatasnamakan KPK. Polda harus mengambil alih perkara KPK palsu itu," kata Askhalani kepada AJNN, Sabtu (29/2).

Askhalani menuturkan, kasus yang telah lama dilaporkan itu seharusnya sudah ada perkembangan penyelidikan yang disampaikan ke palapor maupun publik, sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya lagi penanganan perkara yang meresahkan banyak pihak tersebut.

"Semestinya proses hukum terhadap kasus ini dilakukan secepat mungkin, karena telah merugikan banyak pihak," ujarnya.

Seperti diketahui, sebelumnya warga Bener Meriah menangkap seorang pria berinisial SS (42) yang mengaku sebagai anggota KPK, Selasa 21 Januari 2020. Kemudian diserahkan ke aparat kepolisan setempat.

Namun, karena belum ada bukti yang cukup, dan tidak ada laporan resmi dari masyarakat, pria tersebut dikembalikan kepada keluarganya.

Tetapi setelah itu, Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi resmi melaporkan SS (42) ke Polres Bener Meriah pada 27 Januari 2020.

Kabag Hukum Pemkab Bener Meriah, Samusi Purnawira Dade, kepada AJNN mengatakan kalau pelaporan secara resmi ini sebagai upaya dari Pemkab Bener Meriah untuk membatasi ruang gerak dari anggota KPK gadungan tersebut.

"Pada hari Senin sore, tanggal 27 Januari 2020 kami sudah melaporkan saudara SS kepada pihak kepolisian melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bener Meriah, terkait dugaan penipuan dari yang bersangkutan," ujar Dade kepada AJNN, Jum'at (31/1) melalui sambungan telepon.

Komentar

Loading...