Unduh Aplikasi

GeRAK Menduga Pokir DPRA Hanya Barter Kepentingan Saja

GeRAK Menduga Pokir DPRA Hanya Barter Kepentingan Saja
Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani.

BANDA ACEH - Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh menduga adanya bonus pokok pikiran (Pokir) kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) senilai Rp100 miliar hanya barter kepentingan saja.

Koordinator GeraK Aceh, Askhalani mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi fokus penting atas usulan tambahan tersebut. Sebab, skema tambahan pokir akan menyebabkan kegaduhan juga diduga adanya barter kepentingan politik.

"Pada ujungnya dapat disangka sebagai sebuah kesengajaan untuk kepentingan tertentu," kata Askal saat dihubungi AJNN, Sabtu (9/1/2021).

Menurutnya, jika dilihat secara detail bisa jadi tambahan angka 100 miliar adalah bagian lobi tertentu, yang pada ujungnya akan merugikan keuangan negara secara terencana dan sistematis.

Bahkan lanjut Askhal, skema tambahan anggaran pokir 100 miliar dan diluar kesepakatan adalah bukti bahwa adanya "genderowo politik".

"Ada genderowo politik yang bermain tunggal untuk kepentingan relasi tertentu," ucapnya.

Sebab kata Askhal  jika merujuk pada nilai kesepakatan politik besaran anggaran dari pokir harus sama dan berimban. Namun, jika kemudian ada pihak yang mendapatkan lebih besar dari porsi yang disediakan, hal tersebut menunjukkan bahwa ada perbuatan politik tertentu yang dimainkan.

"Ada maksud untuk mendapatkan keuntungan secara pribadi atau bersama-sama dengan pihak lain," jelasnya.

Komentar

Loading...