Unduh Aplikasi

GeRAK Indonesia Minta Kapolri Copot Kapolres Ternate

GeRAK Indonesia Minta Kapolri Copot Kapolres Ternate
Adlun, Foto : Change
BANDA ACEH - Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Indonesia meminta Kapolri untuk mencopot Kapolres Ternate serta memproses hukum atas dugaan tindakan dugaan korupsi berupa suap/pungli bagi pengguna jalan yang dilakukan jajaran Polantas Polres ternate.

"Polisi harus segera membebaskan Adlun Fiqri Rahmadhani. Penetapan tersangka terhadap Adlun oleh Polres Ternate dikategorikan sebagai tindakan penyalahgunaan kewenangan. Tindakan kesewenang-wenangan alat negara untuk membungkam masyarakat yang telah turut serta secara aktif berpartisipasi dalam upaya pemberantasan korupsi," kata Koordinator Presidium GeRAK Indonesia, Akhiruddin Mahjuddin SE,Ak,ME kepada AJNN, Minggu (3/10) di Banda Aceh

Tindakan yang dilakukan oleh Polres Ternate, jelas Akhiruddin, tidak saja mencoreng wibawa Kapolri dan Kepolisian RI, tapi bentuk nyata dugaan Korupsi yang dilakukan oleh alat negara. Seharusnya kepolisian harus menjadi garda terdepan pemberantasan korupsi

"Sanksi tegas baik administrasi dan proses hukum harus dilakukan agar kejadian ini menjadi "obat" atau efek jera bagi aparat kepolisian untuk tidak sewenang-wenang dalam melakukan praktik suap yang dipertontonkan," tegasnya

Penetapan tersangka dan penahanan Adlun, katanya, akan berdampak luas terhadap psikologis masyarakat. Karena ini akan menimbulkan efek menakutkan bagi masyarakat jika ingin berpatisipasi dalam pemberantasan korupsi.

"Adlun yang sudah berani membongkar praktek dugaan suap, bukannya mendapat penghargaan malah menjadi pesakitan," ujarnya

GeRAK Indonesia menilai sikap reaktif dan spontan pihak Polresta Ternate mentersangkakan dan menahan Adlun adalah bentuk solidaritas korps yg kebablasan/keliru dan bukan pada tempatnya.

"Ini juga semakin meyakinkan bahwa jangan-jangan praktik pungutan liar/suap dijalan-jalan yang dilakukan oleh polisi adalah kejahatan yang sistematis dan terorganisir dalam artian diketahui oleh atasan dan jajaran Polresta Ternate," jelas Akhiruddin Mahjuddin.

Seperti diketahui, Adlun Fiqri Rahmadhani merupakan mahasiswa di Ternate. Ia merupakan mahasiswa yang mengunggah video polisi minta suap di YouTube. Adlun kini ditahan di Mapolres Ternate atas dugaan pidana pencemaran nama baik dan UU ITE.

|FAUZUL HUSNI|

Komentar

Loading...