Unduh Aplikasi

GeRAK Indonesia Apresiasi Himbauan Kapolda Malut

BANDA ACEH-Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Indonesia apresiasi himbauan Kapolda Maluku Utara (Malut) Brigjen Zulkarnain agar Polantas mencabut laporannya terhadap kasus Adlun Fiqri yang mengunggah video polisi lalulintas yang diduga meminta uang saat melakukan tilang kepada pengendara pada Minggu (27/9) lalu.

Koordinator Presidium GeRAK Indonesia, Akhiruddin Mahjuddin SE,Ak,ME mengatakan Gerak Indonesia menghargai himbauan Kapolda Malut, namun menurutnya tidak beoleh berhenti pada himbauan saja tapi lebih dari itu. Harus ada upaya konkrit berupa instruksi agar Polantas tersebut mencabut laporannya.

"Selain itu Kapolda harus mengusut tuntas prilaku korup berupa pungli/suap yang dilakukan oleh Polantas tersebut yang telah mencoreng wibawa Kepolisian Republik Indonesia,"katanya kepada AJNN Sabtu (3/09).

Tindakan yang dilakukan oleh Polres Ternate, jelas Akhiruddin, tidak saja mencoreng wibawa Kapolri dan Kepolisian RI, tapi bentuk nyata dugaan Korupsi yang dilakukan oleh alat negara. Seharusnya kepolisian harus menjadi garda terdepan pemberantasan korupsi

“Sanksi tegas baik administrasi dan proses hukum harus dilakukan agar kejadian ini menjadi “obat” atau efek jera bagi aparat kepolisian untuk tidak sewenang-wenang dalam melakukan praktik suap yang dipertontonkan,” tegasnya.

Penetapan tersangka dan penahanan Adlun, katanya, akan berdampak luas terhadap psikologis masyarakat. Karena ini akan menimbulkan efek menakutkan bagi masyarakat jika ingin berpatisipasi dalam pemberantasan korupsi.

NAZAR AHADI

Komentar

Loading...