Unduh Aplikasi

GeRAK Gayo Laporkan Anggota DPRK ke Polisi

GeRAK Gayo Laporkan Anggota DPRK ke Polisi
ACEH TENGAH - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Gayo, melaporkan oknum anggota DPRK Aceh Tengah berisial AMR dan seorang karyawan hotel di Aceh Tengah berisial Aan ke Mapolres setempat.

Badan Pekerja LSM GeRAK Gayo, Aramiko Aritonang mengatakan, laporan ini terkait dengan kasus dugaan penipuan bantuan kepada korban gempa Gayo yang bernama Edi Isma.

"Korban mengaku kepada kami pernah diminta kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) oleh oknum anggota DPRK dan karyawan hotel tersebut untuk pengurusan bantuan," kata Aramiko kepada AJNN, Senin (21/3).

Dalam laporan GeRAK Gayo bernomor TBL/39/III/Aceh/Res Ateng, tertanggal 21 Maret 2016, korban yang bernama Edi Isma, warga Bukit Iwih, Tami Delem, Kecamatan Kebayakan telah ditipu oleh AMR dan Aan, terkait bantuan dana gempa.

"Korban tiba-tiba ditunjuk sebagai ketua kelompok Taring I, bersama anggotanya Firdaus, Abdul Muthalib, Selamat J, Jamilah dan Rudi Nastra," jelas Aramiko.

Aramiko menjelaskan, korban bahkan tidak mengetahui adanya bantuan sebesar Rp 20 juta yang dikirim ke rekening Bank Rakyat Indonesia dengan nomor 0145-01-000847-30-1.

"Korban baru mengetahui kejadian itu pada bulan Maret 2016 ketika didatangi tim fasilisator, yang menanyakan bantuan korban gempa yang diterima korban, karena korban ketua Pokmas Taring I," ujarnya.

Menurut laporan yang diterima pihak BPBD, korban sudah menerima dana korban gempa senilai Rp 20 juta. "Kemudian korban menemui AMR dan Aan, namun korban dibujuk untuk memasang plang korban gempa di Hotel AMR, korban juga dibujuk untuk menandatangani dokumen yang intinya korban sebagai pemegang saham hotel tersebut, tapi korban menolaknya," ujar Aramiko.

Sementara itu, Kapolres Aceh Tengah melalui Kasat Reskrim, AKP. Boby Ramadhan Sebayang mengatakan akan mempelajari terlebih dahulu kasus yang dilaporkan itu. "Laporan sudah kami terima, akan kami pelajari dahulu, sesuai dengan mekanisme yang ada, apalagi ini menyangkut anggota dewan tentu ada aturanya," jelasnya.

Komentar

Loading...