Unduh Aplikasi

GeRAK Desak Kejati Aceh Limpahkan Kasus Korupsi KJA ke Pengadilan

GeRAK Desak Kejati Aceh Limpahkan Kasus Korupsi KJA ke Pengadilan
Koordinator GeRAK Aceh Askhalani. Foto: AJNN/Fauzul Husni

BANDA ACEH - Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani mendesak Kejaksaan Tinggi Aceh segera melimpahkan kasus dugaan korupsi Keramba Jaring Apung (KJA), di Sabang ke Pengadilan Tipikor.

Ia menilai penangganan kasus korupsi proyek pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, dengan nilai kontrak sebesar Rp 45 miliar tersebut lamban.

"Penanganan kasus ini oleh Kejati sejak 2019 lalu, bahkan penyidik telah menetapkan tersangka. Untuk itu, kami desak agar Kejati segera melimpahkan perkara itu ke Pengadilan," kata Askhalani, Kamis (30/4).

Baca: Penyidik Periksa Ketua dan Sekretaris Pokja Pengadaan Keramba di Sabang

Terkait penangganan kasus tersebut, kata Askalani pihaknya meminta kejaksaan agar terbuka dan tidak menutup-nutupi serta mengungkap aktor intelektual lainnya.

"Hingga saat ini belum ada kejelasan penangganan perkara itu. Kami minta kejaksaan bisa menyampaikan ke publik alasan lamanya penangganan perkara korupsi KJA, sehingga masyarakat percaya terhadap kinerja Kejati Aceh," sebutya.

Baca: Kejati Aceh Periksa Empat Saksi Ahli Kasus Korupsi Keramba di Sabang

Proyek pengadaan keramba jaring apung di Sabang dengan pagu anggaran APBN sebesar Rp 50 miliar itu, dimenangkan PT Perikanan Nusantara (Perinus) dengan nilai kontrak Rp 45,5 miliar.

Hasil temuan penyidik Kejati Aceh, pekerjaan proyek tersebut tidak sesuai spesifikasi dan juga terdapat indikasi kelebihan bayar. Total yang dibayarkan sebesar Rp40,8 miliar lebih dari nilai kontrak. Sedangkan pekerjaannya belum selesai 100 persen.

Diberitakan sebelumnya, dalam kasus tersebut bekas Direktur Utama (Dirut) PT Perikanan Nusantara, Dendi Anggi Gumilang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Penyidik juga menyita uang tunai Rp 36,2 miliar serta delapan keramba beserta jaring, satu unit tongkang pakan ikan, satu unit kapal dan beberapa barang bukti lainya.

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...