Unduh Aplikasi

GeRAK Desak Galian C di Sunting Aceh Tamiang Dihentikan

GeRAK Desak Galian C di Sunting Aceh Tamiang Dihentikan
Ilustrasi Galian C . Photo: Net

BANDA ACEH - Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh meminta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh menghentikan izin Operasi Produksi (OP) galian C di Gampong Sunting, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang.

Desakan disampaikan karena izin galian yang dikeluarkan tidak sesuai dengan lokasi yang diajukan pemohon sehingga menuai konflik di Gampong tersebut.

"Sesuai temuan GeRAK, aktivitas penambangan tersebut merusak sumber air di hulu daerah aliran sungai disekitar itu. Penambangan di Desa Sunting juga tidak memberikan hasil signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta minimnya keuntungan desa dari pasir batu," kata Kadiv Advokasi GeRAK Aceh Hayatuddin Tanjung, Kamis (27/12/2018)

Menurut Hayatuddin ketidaksesuaian antara izin yang dikeluarkan dengan lokasi yang diajukan akibat penunjukkan titik koordinat lokasi penambangan tidak melibatkan aparatur desa.

Saat penunjukan lanjut Hayatuddin, Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (KP2TSP) Aceh Tamiang hanya membawa pemohon izin untuk menentukan titik kordinat penggalian.

"Karena itu, GeRAK mendesak Dinas ESDM Aceh mengkaji kembali atau menghentikan izin operasi produksi yang telah dikeluarkan. Keberadaan tambang galian C ini juga merusak infrastruktur jalan desa akibat proses pengangkutan material galian," kata Hayatuddin Tanjung usai FGD bersama penegak hukum tersebut.

Hayatuddin menilai langkah tersebut penting dilakukan agar tatakelola tambang galian bebatuan sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Pada Juli kata Hayatuddin, permasalahan tersebut juga telah dilaporkan ke Ombudsman Aceh dan permintaan tersebut telah sampai pada tahap koordinasi dengan berbagai pihak.

"GeRAK berharap ada penelitian yang dilakukan pemerintah dengan Ombudsman untuk melihat apakah ada pelanggaran administrasi atau tidak dalam proses perizinannya, atau dapat diverifikasi ulang. Jika memang tidak ada yang dilanggar dan tidak berdampak apapun silahkan lanjut. Tapi jika terbukti melanggar maka harus dihentikan sementara verifikasi ulang," tuturnya.

Hayatuddin menambahkan keberadaan galian C mendapat penolakan dari masyarakat Gampong Sunting karena pemohon awalnya mengajukan izin di galian di dusun Tanjung dan Anggrek. Anehnya kata Hayatuddin setelah dilakukan overlay (hamparan) ditemukan perubahan titik koordinat, dari sebelumnya di dusun Anggrekn bergeser ke dusun Melati.

"Inilah yang menyebabkan GeRAK melaporkan ke Ombudsman karena kesalahan penetapannya berdampak pada konflik sosial dan mematikan sumber ekonomi para penambang tradisional," pungkasnya.

Komentar

Loading...