Unduh Aplikasi

GeRAK Desak Bawaslu Pantau Pertemuan Ulama Aceh dengan Jokowi

GeRAK Desak Bawaslu Pantau Pertemuan Ulama Aceh dengan Jokowi
Presiden Joko Widodo Foto: Net

BANDA ACEH - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja ke Aceh pada Kamis (13/12) hingga Jum’at (14/12).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Jokowi diagendakan akan menggelar pertemuan dengan tokoh ulama kharismatik, alim ulama dan pengurus Pondok pasantren di Aceh pada Jumat 14 Desember 2018 pagi. Pertemuan usai sarapan pagi itu dijadwalkan berlangsung di Ball room Hotel hermes.

Setelah pertemuan dengan tokoh ulama , Presiden Jokowi dijadwalkan menggelar pertemuan dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) atau Tim Sukses Daerah dan melaksanakan salat Jumat di Masjid Raya Baiturahman usai pertemuan.

Terkait dengan agenda pertemuan Jokowi dengan ulama Aceh tersebut difasilitasi oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah. Hal ini terungkap dari dokumen berupa surat tertanggal 10 Desember 2018 Nomor 005/718/2018 perihal undangan.

Surat Undangan Kepala Dinas Pendidikan Dayah kepada para ulama Aceh

Dalam undangannya, Kepala Dinas Pendidikan Dayah, Usamah El-Madny menyebutkan bahwa dalam rangka kunjungan kerja Presiden RI ke Aceh pada tanggal 13 hingga 14 Desember 2018, maka dengan ini Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, mengundang Abu/Abi/Waled/Abati/Abon/Tengku untuk dapat hadir pada Hari Jumat, tanggal 14 Desember 2018 pukul 07.00 WIB bertempat d Hermes Hotel Palace dengan agenda acara silaturahmi ulama dengan Presiden RI.

Selain itu, dalam surat undangannya, Kepala Dinas Pendidikan Dayah menegaskan bahwa untuk kelancaran acara tersebut panitia menyediakan akomodasi dan transportasi check in pada hari Kamis 13 Desember 2018 pukul 13.00 WIB dan Check Out pada hari Jum’at tanggal 14 Desember 2018 pukul 14.00 WIB di Hotel Mekkah.

Aktivis anti korupsi Aceh Askhalani yang dimintai pendapatnya menuturkan, Bawaslu Aceh harus mamantau dan memastikan bahwa kegiatan tersebut bersih dari ada agenda kampanye untuk menggiring Ulama Aceh memilih kandidat tertentu dalam pemilu Presiden.

“ Bawaslu harus mengawasi kegiatan ini, jangan sampai ada agenda terselubung berupa kampanye dalam rangka pemilu Presiden,” ungkap Askhalani.

Selain itu menurut Askhalani, harus dicek dan ditelusuri dari mana sumber alokasi anggaran untuk membiayai kegiatan itu, apakah dari APBN atau APBA. Jika bersumber dari APBA, harus dicek dalam DPA Dinas Pendidikan Dayah apakah sudah dialokasikan.

“Menarik untuk dicek sumber anggaran kegiatan ini, APBN atau APBA? Kalau APBA apakah sudah ada dalam DPA dinas,” tanya Askhal.

Askhalani menegaskan bahwa susuatu yang wajar jika publik mempertanyakan hal ini, dimana saat yang bersamaan ada agenda politik 5 tahunan beruoa pemilu Presiden.

“Wajar-wajar saja jika ada yang mempertanyakan dan curiga jika agenda pertemuan ulama Aceh dan Presiden Jokowi ini ditengarai berbau kampanye, soalnya sekarang kan tahun politik,” tutup Askhalani.

Komentar

Loading...