Unduh Aplikasi

GeRAK Desak Aparat Hukum Usut Dugaan Jual Beli Jabatan di BRA

GeRAK Desak Aparat Hukum Usut Dugaan Jual Beli Jabatan di BRA
Koordinator GeRAK Aceh Askhalani. Foto: AJNN/Fauzul Husni

BANDA ACEH - Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh menilai ada dampak negatif terhadap dugaan praktik jual beli jabatan korupsi di tubuh Badan Reintergrasi Aceh (BRA).

Informasi yang diterima AJNN dari Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Kuta Radja. Ia mengatakan, salah seorang oknum deputi di BRA meminta uang sebesar Rp50 juta kepada calon Ketua BRA Satpel Kota Banda Aceh.

Pengiriman uang itu sendiri dilakukan pada Desember 2020. Pengirimannya dilakukan tiga kali. Pertama, Rp20 juta diberikan secara tunai kepada salah satu oknum di Deputi II BRA Provinsi.

Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani mengatakan, dugaan praktik jual beli jabatan yang diduga dilakukan oleh oknum BRA sudah jelas melanggar hukum.

Ia meminta aparat hukum untuk segera mengusut dugaan jual beli jabatan di BRA. Sebab hal tersebut bukan hanya persoalan berapa jumlah uang yang diberikan, namun hal itu jelas bertentangan dengan norma hukum yang berlaku.

Baca: Dinilai Tak Memberikan Dampak Positif, GeRAK Sarankan KPA Evaluasi BRA

"Ini bukan hanya soal jumlah atau angka uang yang diterima atau diminta. Tapi praktik haram ini bertentangan dengan aturan hukum dan jelas sekali ini adalah praktik culas alias suap," kata Askhal kepada AJNN, Sabtu (20/2/2021).

Terlebih, lanjutnya, hal tersebut dilakukan oleh instansi pemerintah setingkat SKPA. Menurutnya, perbuatan oknum di BRA itu harus menjadi perhatian baik dari Gubernur Aceh maupun dari unsur Kombatan KPA.

"Ini jelas-jelas akan memberikan dampak negatif terhadap praktik koruptif terencana yang diduga dilakukan oleh para pihak di tubuh BRA," pungkasnya.

Komentar

Loading...