Unduh Aplikasi

GeRAK: Ada Aktor Lain Dibalik OTT di Dinas Cipta Karya Aceh

GeRAK: Ada Aktor Lain Dibalik OTT di Dinas Cipta Karya Aceh

BANDA ACEH - Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh menduga ada pihak lain ikut terlibat dalam pemungutan liar oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan konsultan pengawas yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Aceh di Dinas Cipta Karya Aceh.

Kepala Divisi Advokasi Korupsi GeRAK Aceh, Hayatuddin Tanjung menilai, tidak mungkin PPTK bersama konsultan pengawas saja yang melakukan pungli tersebut, pasti ada pemain lain dibelakang yang menjadi motor dalam praktek itu.

"Tidak mungkin PPTK sendiri, kami menduga ada aktor lain dibelakangnya juga terlibat dalam praktek suap menyuap ini," kata Hayatuddin Tanjung kepada AJNN, Kamis (29/12).

Menurut Hayatuddin, praktek seperti itu cukup sering dilakukan oleh pejabat di kalangan Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) maupun SKPK. Terlebih menjelang akhir tahun.

Penangkapan PPTK itu, menjadi salah satu pintu masuk untuk mengungkap kasus pungli yang ada di SKPA. Sebenarnya, penyumbang korupsi di Aceh paling banyak di sektor pengadaan barang dan jasa.

"Dalam temuan GeRAK, pengadaan barang dan jasa sangat dominan terjadinya praktek suap menyuap," ujarnya.

GeRAK juga meyakini bahwa proses pungli ini dilakukan secara bersama untuk meraup keuntungan dari para kontraktor. Kasus ini tidak mungkin berdiri sendiri, pasti ada pihak lain yang memang melakukan pungutan itu secara terstruktur.

GeRAK juga memberikan apresiasi atas kinerja tim Saber Pungli yang telah menunjukan keseriusannya dalam upaya pembersihan praktek suap menyuap di Aceh.

Hayatuddin berharap, kasus ini segera ditindaklanjuti sesuai dengan perundang-undangan dan tidak berhenti di tengah jalan, sehingga masyarakat percaya tim ini serius dalam memberantas pungli di instansi pemerintahan

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...