Unduh Aplikasi

ALOKASI APBK UNTUK KEJURNAS

GeRAK Aceh: Sebuah Organisasi Besar Tak Harus Mengemis Dana Rakyat

GeRAK Aceh: Sebuah Organisasi Besar Tak Harus Mengemis Dana Rakyat
BANDA ACEH - Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh menilai alokasi Rp 827 juta Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Timur untuk kejuaraan nasional (Kejurnas) Motocross tak bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Even bertaraf nasional itu digelar KONI Aceh Timur bekerjasama dengan Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia (IMI) Aceh

Baca: Hampir Rp 1 Miliar APBK Aceh Timur Terkuras untuk Kejurnas Motorcross

"Jika sebuah organisasi besar dan profesional tidak harus mengemis pada dana rakyat untuk membesarkan nama organisasi, ini jelas kotoran lama yang harus dibersihkan dari pola penganggaran yang buruk," sebut Kepala Divisi Advokasi Korupsi GeRAK Aceh Hayatuddin Tanjung kepada AJNN, Sabtu (20/8).

GeRAK Aceh meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Timur beserta legislatif agar peka terhadap kesejahteraan masyarakat setempat, bukan justru menguras uang rakyat untuk membesarkan nama organisasi yang tidak profesional tersebut.

Pihaknya juga mendesak pemerintah dan legislatif di kabupaten Aceh Timur untuk peka terhadap pola penganggaran yang berpihak pada kepentingan daerah dan kesejahteraan rakyat.

"Jika pola pikir di tubuh pemerintah seperti ini, maka sampai kapanpun daerah tidak akan berubah, harusnya pemerintah berfikir sebelum mengambil kebijakan. Masih banyak cara lain yang bisa dilakukan oleh organisasi untuk mencari pendanaan seperti produk rokok, minuman dan lainnya,"kata Hayatuddin.

Dirinya juga mempertanyakan keuntungan yang diperoleh daerah dari kejurnas tersebut.

"Apa yang bisa dibanggakan dari hasil kejurnas tersebut, apakah daerah mendapatkan keuntungan besar atau nama organisasi yang menjadi besar. Ini harus menjadi pelajaran bagi pemimpin daerah untuk merubah pola pikir dalam penganggaran yang tidak ada kepentingan sama sekali untuk kesejahteraan rakyat di Aceh Timur," kata Hayatuddin

Dia menambahkan, GeRAK Aceh juga meminta BPK-RI untuk mengaudit seluruh penggunaan dana kejurnas motorcross dan meminta pertanggungjawaban atas dana rakyat yang telah digunakan sebesar Rp.872 juta tersebut.

"Jika kemudian ada temuan, GeRAK meminta BPK untuk meneruskan hasil audit tersebut ke aparatur penegak hukum," sebutnya.

Komentar

Loading...