Unduh Aplikasi

GeRAK Aceh Minta Polda Tuntaskan Kasus Sapi Kurus di Saree

GeRAK Aceh Minta Polda Tuntaskan Kasus Sapi Kurus di Saree
Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani. Foto: Dok AJNN

BANDA ACEH - Dinas Peternakan Aceh mendapatkan apresiasi dari Gubernur Aceh dalam mengatasi mismanajemen atau kekeliruan penanganan sapi-sapi di Unit Pelaksana Teknis Daerah Inseminasi Buatan dan Inkubator (UPTD IBI).

Menurut Gubernur Aceh, sapi-sapi yang terlihat kurus pada kunjungan kerja Juni lalu terlihat kurus sudah mulai kembali ke bobot ideal.

Menanggapi hal itu, Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani mendorong komitmen Polda Aceh untuk menyelesaikan perkara sapi kurus di Saree hingga tuntas.

Kata Askhalani, dalam kasus sapi kurus itu terdapat dua delik fakta hukum yang menjadi petunjuk Polda Aceh untuk mengungkapakn kasus itu sampai selesai.

"Ada dua petunjuk dan alat bukti meliputi pengadaan pakan ternak dan biaya lainnya, serta adanya fakta Kematian terhadap sapi yang merupakan aset negara," ungkap Askhalani, saat dihubungi AJNN, Selasa (10/11).

Baca: Sukses Tangani Sapi Kurus, Gubernur Apresiasi UPTD IBI Saree

Menurut Askhalani, kasus sapi kurus di Saree mendapatkan perhatian dari publik, sehingga tim Polda Aceh harus mengumumkan sejauh mana perkembangan penyidik terhadap perkara itu.

"Tim Polda harus mengumumkan ke publik sejauh mana perkembangan kasus itu, karena jika tidak disampaikan maka cenderung publik tidak percaya dengan kerja yang sedang dan akan dilakukan pihak kepolisian," ujar Askhalani.

Lebih lanjut, Askhalani meminta agar Polda Aceh untuk tidak menghentikan kasus sapi kurus tersebut. Sebab, dugaan bukti kuat bahwa kasus sapi kurus itu proyek salah urus dan merugikan keuangan negara dilakukan dengan sengaja.

"Tidak boleh perkara ini dihentikan atau dibiarkan tidak berlanjut, karena ada dugaan bukti kuat bahwa kasus lembu kurus ini adalah proyek salah urus dan merugikan keuangan negara secara di sengaja," tutupnya.

Komentar

Loading...