Unduh Aplikasi

GeRAK Aceh Minta Aparat Hukum Dalami Dugaan Korupsi Proyek IPAL RSU Meuraxa

GeRAK Aceh Minta Aparat Hukum Dalami Dugaan Korupsi Proyek IPAL RSU Meuraxa
Askhalani

BANDA ACEH - Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh mendesak aparat penegak hukum mendalami kasus proyek pembangunan IPAL pada Rumah Sakit Umum Meuraxa Kota Banda Aceh tahun 2017.

Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani menyebutkan berdasarkan fakta-fakta dan hasil pendalam dapat diketahui bahwa subkontrak pekerjaan IPAL RSU Meuraxa dilakukan secara terencana dengan tujuan untuk memperkaya diri sendiri dan atau orang lain dengan memamfaatkan kesempatan dan sarana yang dimiliki.

Baca: Selain Lebih Bayar, Proyek IPAL RSU Meuraxa Disubkontrakkan Tanpa Persetujuan PPTK

"Atas perihal tersebut maka unsur perbuatan atas dugaan tindak pidana korupsi terpenuhi dan dapat dilanjutkan untuk penyidikan secara menyeluruh," kata Askhalani.

Askhalani menilai, aparat penegak hukum perlu melakukan kajian menyeluruh terhadap dugaan tindak pidana itu, karena berdasarkan hasil temuan BPK-RI atas LHP terhadap kinerja maka dapat disimpulkan adanya dugaan kerugian negara yang dilakukan.

"GeRAK Aceh mendorong agar pendalaman kasus ini perlu dilakukan secara menyeluruh untuk membongkar siklus korupsi yang dilakukan secara bersama-sama dan sangat terencana," katanya..

Berdasarkan hasil kajian dan investigasi, GeRAK Aceh menduga perusahaan pemenang tender yaitu PT ZA dan bersama dengan PA dan PPTK secara bersama-sama dan terencana melakukan perbuatan melanggar hukum yang bertentangan dengan dengan UU 31 tahun 1999 Jo UU 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Komentar

Loading...