Unduh Aplikasi

Gelombang Pasang Makin Tinggi di Aceh Barat, Sejumlah Warga Terpaksa Mengungsi

Gelombang Pasang Makin Tinggi di Aceh Barat, Sejumlah Warga Terpaksa Mengungsi
Kondisi abrasi di Desa Pasir, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Foto: AJNN/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Gelombang pasang purnama yang terjadi di Desa Pasir, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, semakin parah. Selain telah merusak tanggul penahan ombak, 10 rumah di desa tersebut juga terancam disapu gelombang.

Bahkan, sejumlah warga dilaporkan terpaksa mengungsi ke rumah tetangga atau saudara mereka yang sedikit lebih jauh dari bibir pantai.

Kepala Desa Pasir, Indra Gunawan mengimbau masyarakat sekitar bibir pantai untuk terus waspada dari gelombang pasang purnama yang mengakibatkan banjir rob tersebut.

"Untuk pasang purnama kali ini yang paling parah. Bahkan akibat abrasi 15 meter daratan terkikis. Ada sepuluh rumah yang terancam, kepada warga kami minta waspada," kata Kepala Desa Pasir, Indra Gunawan, Selasa (19/5).

Dikatakan Indra, gelombang pasang paling parah dirasakan menjelang subuh sekira pukul 04.00 WIB. Akibatnya, warga sekitar saat ini sangat cemas dengan kondisi tersebut. Bahkan, sekitar 4 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 11 jiwa sudah mengungsi.

"Untuk pengungsi saat ini ada sekitar empat KK atau sekitar 11 jiwa yang mengungsi sementara kerumah saudara mereka dan tetangga yang sedikit jauh dari bibir pantai," ungkapnya.

Tidak hanya merusak tanggul, kata dia, gelombang pasang tersebut telah merusak badan jalan perbatasan antara Desa Pasir dan Desa Suak Indrapuri.

"Badan jalan yang sebelumnya memiliki lebar 5 meter, kini hanya tersisa 1,5 meter," ungkapnya.

Dirinya berharap pemerintah segera membangun tanggul pemecah ombak permanen di sekitar bibir pantai untuk mencegah abrasi semakin parah dan membuat desa tersebut lenyab dari peta Aceh Barat.

"Kami berharap segera ditangani. Memang kemarin bapak Bupati sudah turun kemari, katanya empat lebaran ini akan segera dimulai pengerjaannya, semoga saja karena kalau tidak bisa tenggelam nanti kampung ini," imbuhnya.

Komentar

Loading...