Unduh Aplikasi

Gelar Paripurna, DPRA Sepakat Gunakan Hak Interpelasi Terhadap Plt Gubernur Aceh

Gelar Paripurna, DPRA Sepakat Gunakan Hak Interpelasi Terhadap Plt Gubernur Aceh
Paripurna DPRA tentang persetujuan hak interpelasi terhadap Plt Gubernur Aceh, Kamis, 10 September 2020. Foto: AJNN/Rahmat Fajri.

BANDA ACEH - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) telah menyetujui dan menetapkan penggunaan hak interpelasi terhadap Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Persetujuan penggunaan hak interpelasi terhadap Plt Gubernur itu disepakati dalam rapat paripurna DPR Aceh, di gedung utama, Kamis malam (10/9).

Dalam persidangan tersebut, tidak ada anggota DPRA yang menyampaikan interupsi menolak penggunaan hak interpelasi, sehingga pimpinan rapat paripurna, Dahlan Jamaluddin langsung mengetok palu sidang.

Terdapat beberapa permasalahan dan pertanyaan yang disampaikan kepada Plt Gubernur Aceh, dokumen tersebut langsung diserahkan kepada Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin usai dibacakan oleh salah satu inisiator yakni Irpannusir.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah kembali tidak menghadiri paripurna tersebut, dan hanya diwakili oleh Sekda  Aceh, Taqwallah.

Inisiator interpelasi, Irpannusir menyebutkan, dokumen itu sudah ditandatangani sebanyak 58 orang anggota DPRA, dari enam fraksi partai politik. Artinya, hanya 23 dewan yang tidak menekan draf tersebut.

Pantauan AJNN, sejumlah dewan dari fraksi yang tidak sepakat dengan penggunaan hak interpelasi tidak terlihat dalam sidang paripurna itu, yakni Ketua Fraksi Demokrat, HT Ibrahim, Ketua Fraksi PPP, Ihsanuddin dan Ketua Fraksi PKB-PDA, Syarifuddin.

Tak hanya mereka, dua pimpinan DPRA yakni Dalimi (Demokrat) dan Hendra Budian (Golkar) juga tidak hadir dalam rapat paripurna ini.

Komentar

Loading...